Kuningan – Satu lagi talenta muda asal Kuningan menembus khazanah kancah musik nasional. Kali ini datang dari desa nun jauh di pelosok, tetapi mampu bersaing dengan kontestan se-nusantara hingga merebut Golden Ticket dalam ajang pencarian bakat penyanyi dangdut D’Academy 8 Indosiar.
Namanya Rofiatunnisa, atau lebih akrab disapa Rofia (19), putri dari Jejen, warga Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi. Wajahnya lembut, selembut suaranya saat melantunkan dendang dangdut, tetapi hatinya kokoh dalam mengiringi kerasnya keinginan untuk menjadi pemenang pada persaingan yang tak hanya tingkat desa, tapi negara, menembus Jakarta, sekaligus mengharumkan nama diri juga daerah di bumi Indonesia.
Kerasnya keinginan menjadi cerminan diri Rofia, terwujud nyata dibalik kesederhanaan sosoknya tetapi gadis lulusan SMK Cendekia Utama ini merupakan pekerja keras yang aktif membantu usaha keluarga memproduksi keripik pisang, juga merawat ternak domba milik orang tuanya.
Serta pribadinya yang tak mudah menyerah dibuktikan ketika menghadapi kegagalan saat mengikuti audisi di Cirebon. Rofia tidak terpuruk, sebaliknya malah bangkit lalu mencapai tiket yang mengantarkannya lolos ke tahap Final Audition dan membuka peluang untuk bersaing dengan peserta terbaik berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke.
“Berkat dorongan dari keluarga, meski awalnya sempat ragu, saya bisa menguatkan tekad untuk kembali mencoba peruntungan menghadapi ribuan peserta seleksi pada audisi terakhir di Jakarta. Alhamdulillah, akhirnya berhasil melewati berbagai tahapan penjurian hingga mendapatkan Golden Ticket,” tutur Rofia.
Dan true story itu dituturkan Rofia pada Bupati Dian Rachmat Yanuar beserta istri, saat dihantar jajaran pengurus Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Kuningan untuk berudiensi dengan orang nomor 1 di Kuningan tersebut di Pendopo Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026).
Suasana penuh kekeluargaan dan keakraban mewarnai pertemuan itu, hingga tanpa sungkan Bupati Dian meminta Rofia menunjukan skill olah vokalnya secara langsung, yang kemudian disambut Rofia dengan melantunkan penggalan lagu “Anoman Obong”, salah satu tembang andalannya saat proses audisi.
Koordinasi pernapasan, resonansi tubuh, serta kontrol intonasi yang berhasil disempurnakan Rofia membuahkan alunan merdu berbalut penghayatan kuat membuat seluruh jiwa yang hadir dalam ruang Pendopo terhipnotis, terdiam dan larut dalam kekaguman.
Bahkan Bupati Dian tidak bisa menutupi rasa kagumnya, dan karena alunan nada bersifat universal, hingga mengakui jika dirinya merasakan getaran emosional dari penampilan singkat Rofia namun memukau itu, meskipun tidak sepenuhnya memahami makna lirik lagu yang dibawakan.
“Merinding. Bagus pisan,” ungkap Bupati Dian spontan, usai mendengarkan penampilan Rofia yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.
Dengan penuh rasa bangga, Bupati Dianpun mengungkapkan, keberhasilan Rofia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita selama dibarengi kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
“Saya merasa bangga sekaligus terharu. Di tengah berbagai keterbatasan, saya melihat semangat yang luar biasa dalam diri Rofia untuk menjemput masa depannya. Ini adalah potensi besar yang menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan,” ujar Bupati.
Bupati menilai perjalanan Rofia layak menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Dinama, keberhasilan tidak hanya dapat diraih melalui jalur pendidikan formal, tetapi juga melalui pengembangan bakat dan minat yang ditekuni secara serius.
“Ketika seseorang memiliki hobi dan bakat, baik di bidang seni, olahraga maupun bidang lainnya, lalu ditekuni dengan sungguh-sungguh, maka hal itu bisa menjadi jalan menuju kesuksesan dan kesejahteraan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk memberikan dukungan dan doa bagi Rofia agar dapat terus melangkah hingga babak-babak selanjutnya.
“Prestasi ini bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Kuningan. Mari kita doakan bersama agar Rofia diberikan kelancaran, kesehatan, dan mampu memberikan penampilan terbaik di setiap tahap kompetisi,” ajaknya.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Dian bahkan menyatakan keinginannya untuk hadir langsung memberikan semangat apabila Rofia tampil pada babak berikutnya, sepanjang tidak berbenturan dengan agenda kedinasan.

Sementara itu, pihak PAMDI Kabupaten Kuningan menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap para pelaku seni daerah. Kehadiran Rofia di panggung nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Kuningan untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Menutup audiensi tersebut, Rofia menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Kuningan, PAMDI Kabupaten Kuningan, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, PAMDI Kuningan, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan. Mohon doa dan dukungannya agar Rofia diberikan kelancaran dan bisa menampilkan yang terbaik di Dangdut Academy 8,” tuturnya.
Keberhasilan Rofia menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat lahir dari pelosok desa dan mengantarkan anak-anak daerah menuju panggung nasional. Kini, masyarakat Kabupaten Kuningan menaruh harapan besar agar putri asal Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi tersebut dapat terus melangkah dan mengharumkan nama daerah di ajang D’Academy 8 Indosiar. (Redaksi/Sumber : IKP/DISKOMINFO/PROKOMPIM).

