Kuningan – Sikapi kejadian banjir di kawasan Palutungan Cisantana akibat luapan air dari aliran selokan yang meluber hingga menutup badan jalan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Di mana kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, bahkan dikhawatirkan akan lebih parah lagi di masa mendatang, Kelompok Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) menggelar pertemuan audiensi bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan.
Dihadapan Sekretaris Daerah (Sekda) U. Kusmana, Kepala Dinas PUTR Putu Bagiasna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Usep Sumirat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dudi Pahrudin, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Mutofid, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Budi Alimudin, Asisten Daerah Bidang Pembangunan dan Ekonomi Wawan Setiawan, serta Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Indra Bayu Permana, MPK dengan dikomandani Yusuf Dandi Asih sampaikan 5 poin pernyataan dan tuntutan, dalam gelaran audiensi di Kompleks Perkantoran Pemda, area Kuningan Islamic Center (KIC), Jumat (29/5/2026).
Yusuf Dandi Asih mengatakan, lima poin tersebut diantaranya, mempertanyakan pengawasan perizinan dan tata kelola bangunan di Buffer Zone (zona penyangga) Gunung Ciremai. Yakni wilayah sabuk hijau (berjarak 0,5 – 5 km) di luar batas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Di mana area ini berfungsi sebagai perisai ekologis yang mencegah kerusakan hutan lindung dan melindungi pasokan air bagi warga Kuningan dan Majalengka.
Kedua, meminta lahan pemerintah daerah di sekitaran Gunung Ciremai untuk dijadikan lahan serapan air, sebagai penyeimbang bukaan lahan yang terjadi akibat pembangunan pariwisata. Ketiga, meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalisasi Kajian Mitigasi Bencana. Keempat, meminta Pemda Kuningan untuk memperbaiki sistem koordinasi lintas instansi dalam penentuan perizinan investasi berbasis risiko.
“Dan kelima, kami meminta Pemda Kuningan memastikan, menetapkan dan mengumumkan Lahan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), yakni bidang lahan pertanian yang ditetapkan pemerintah untuk dilindungi dan dipertahankan secara permanen sebagai sumber pangan pokok,” kata Yusuf.
Sementara, Sekda Kuningan U. Kusmana menyampaikan, bahwa pemerintah daerah berkomitmen melakukan langkah-langkah antisipatif dan penanganan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang akan dilakukan ialah pembenahan kawasan kaki Gunung Ciremai, khususnya pada sistem drainase dan pengelolaan lingkungan di wilayah rawan luapan air.
“Kami berharap, kerjasama seluruh elemen ini dapat menjadi langkah nyata dalam menjaga kawasan kaki Gunung Ciremai agar tetap tertata, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun wisatawan,” tutur Uu. (Redaksi)


Sangat setuju dengan Kelompok Masyarakat Peduli Kuningan ( MPK ) bahwasanya kami warga Kabupaten Cirebon juga sangat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan lebih Focus terhadap Lingkungan khususnya di Wilayah Gunung Ciremai yg dampaknya akan besar bila semua di jadikan Tempat Wisata, Pengendalian Bencana Alam salah satu nya dengan Menjaga Hutan sebagai Sumber Kehidupan manusia
Terima kasih.. Dan semoga Pemkab Kuningan memperhatikan ini..