Kuningan – Jika menilik harapan besar Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk menghadirkan pejabat yang high performance (memiliki kinerja tinggi), berani berinovasi, serta mampu menghadirkan terobosan baru, dengan salah satu langkah upaya melalui manajemen talenta (MT), dalam pandangan aktivis Forum Telaah Kebijakan Daerah (F-Tekkad), Sujarwo, itu sudah tepat.
Karena menurut pria yang akrab disapa Mang Ewo itu banyak manfaat dari MT, di antaranya keunggulan kompetitif, yakni menciptakan budaya bakat-pertama yang meningkatkan kinerja organisasi. Efektivitas organisasi dalam menjamin adanya pemimpin masa depan melalui perencanaan suksesi. Serta, optimalisasi SDM pada penempatan pegawai yang lebih terukur berbasis sistem merit.
“Manajemen talenta itu harusnya menjadi alat upgrade dan transformasi ASN untuk adaptif dan lebih modern.
Dimana misi MT itu harusnya membuka peluang dan kesempatan yang lebih luas kepada ASN, untuk menjaring sebanyak mungkin talent-talent yang berkapasitas. Dan tentu ini harus lebih akuntable, juga transparan,” ujar Mang Ewo, Selasa (21/4/2026)
Namun, kata Mang Ewo, jika faktanya masih banyak ASN yang berhak mengikuti MT, tapi tidak dipanggil, hanya karena alasan data yang belum update, seperti di antaranya sertifikat Diklatpim, hal itu sangat naïf dan tidak masuk akal.
“Ini jelas bertentangan dengan prinsip MT itu sendiri,” katanya.
Karena Mang Ewo meyakini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memiliki semua data kepegawaian. Sehingga misalnya yang dipersoalkan update sertifikat Diklatpim, hal ini sangat laik dipertanyakan.
Mengingat, penyelenggara Diklatpim adalah BKPSDM, sehinga sudah barang tentu memiliki seluruh data, mulai data pangkat golongan, data jabatan, data Diklat, masa kerja, pendidikan dan sebagainya, semua ada disana tinggal diupdate otomatis by system. Dan dengan teknologi, perkara updating data ini tentu mudah dilakukan.
“Jadi BKPSDM harusnya membuka kesempatan dan setransparan mungkin dalam proses MT, bukan malah sebaliknya. Kalau hal sesimpel itu saja tidak bisa dilakukan, maka cara kerja BKPSDM layak dipertanyakan,” tandas Mang Ewo. (Redaksi)


Memang kocak, tiap hari bicara IT, Internet kecepatan tinggi, Fiber optic, Digitalisasi dll, tapi msh saja minta KTP dan berkas2 difoto copy dqn map biru, alasan pemberkasan 🤣🤣🤣🤣