KUNINGAN, JURNALINFORMASI – Menjelang detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menerima silaturahmi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kabupaten Kuningan tahun 2026.
Pertemuan hangat tersebut digelar di Ruang Rapat Linggarjati, Setda Kabupaten Kuningan, Selasa (11/8/2026), sebagai bagian dari pemantapan moril menjelang pengukuhan dan pelaksanaan tugas puncak pada 17 Agustus mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuningan, H. M. Mutofid, S.H., M.T., melaporkan sebanyak kurang lebih 50 orang hadir dalam silaturahmi tersebut. Rinciannya, 36 orang Capaska terpilih serta jajaran official dari Kesbangpol dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kuningan.
“Pada kesempatan siang hari ini, kami hadir bersama 36 orang Capaska serta jajaran official yang selama ini turut mendampingi, membina, dan mempersiapkan para calon Paskibraka,” papar Mutofid.
Ia menjelaskan, total kekuatan pasukan pengibar bendera pada Upacara 17 Agustus 2026 di Kabupaten Kuningan berjumlah 124 personel. Terdiri dari 36 orang unsur Capaska, 44 personel TNI, dan 44 personel Polri dengan formasi khas 17-8-45.
Menurut Mutofid, menjadi Paskibraka bukan sekadar tugas seremonial mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih.
“Pasukan Paskibraka merupakan sebuah kehormatan, tanggung jawab, sekaligus proses pembentukan karakter generasi muda, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, disiplin, kepemimpinan, persatuan, dan kecintaan terhadap NKRI,” jelasnya.
Di hadapan para Capaska, Bupati Dian Rachmat Yanuar memberikan sejumlah wejangan penting dengan gaya komunikatif khasnya.
Pesan pertama adalah soal kesehatan. Bupati meminta para pelajar terbaik Kuningan itu menjaga pola makan dan istirahat agar tampil prima di hari-H.
“Jaga kesehatan. Pola makan dijaga, cukup istirahat, terutama sehingga dalam hari-H nanti kalian tidak ada yang jatuh sakit,” pesan Bupati Dian.
Ia bahkan menyelipkan pesan kocak namun menohok agar tidak salah makan menjelang tugas negara.
“Jangan sampai menjelang hari-H malah jajan seblak level sembilan atau bakso dengan saus dan sambal semangkok yang bisa membuat sakit perut,” ujarnya yang disambut tawa para Capaska.
Pesan kedua, Bupati menekankan disiplin sebagai kunci keberhasilan. Ia meminta seluruh Capaska patuh pada arahan panitia, pelatih dari TNI-Polri, dan senior PPI.
“Disiplin adalah kunci utama. Seseorang tidak akan pernah berhasil tanpa didasari sifat atau sikap disiplin,” tegas Dian.
Ketiga, ia mengingatkan pentingnya kekompakan. Sebagai pasukan yang bergerak dalam satu kesatuan, satu orang yang tidak kompak akan merusak seluruh barisan.
“Bayangkan jika dari 36 orang ini ada satu saja yang tidak kompak; satu ke kanan, satu ke kiri, pasti tidak indah dan akan merusak tatanan,” katanya.
“Kita adalah satu keluarga, satu korps, satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kalian sudah latihan berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, jangan sampai karena tidak kompak semua jadi repot. Jangan sampai ‘nila setitik rusak susu sebelanga’,” imbuhnya.
Lebih jauh, Bupati Dian mengingatkan bahwa kepercayaan menjadi Capaska adalah kehormatan yang tidak didapatkan semua anak muda. Amanah itu harus dijaga demi harkat diri, keluarga, sekolah, dan daerah asal.
“Ini adalah sebuah kehormatan, maka kalian harus bertanggung jawab menjaga harkat dan martabat diri sendiri, keluarga, sekolah, dan daerah asal kalian,” tuturnya.
Ia juga berharap proses penggemblengan Capaska mampu melahirkan patriot muda yang mencintai Sang Saka Merah Putih dan tahan terhadap godaan zaman.
“Mudah-mudahan dengan latihan Capaska ini, akan tumbuh rasa nasionalisme yang lebih kuat dalam diri kalian sebagai insan Indonesia yang selalu siap menjaga kehormatan bangsa dan negara,” ucap Bupati.
Bupati Dian pun secara khusus menyoroti ancaman yang kini banyak menyasar generasi muda, seperti judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).
“Apalagi sekarang banyak masalah bangsa seperti judi online dan pinjol yang sudah merambah ke anak muda. Kalian harus menjadi gerakan untuk mengurai karakter-karakter yang tidak mencerminkan nilai luhur tersebut,” tandasnya.
Menutup arahannya, Bupati meminta para Capaska menjadikan tugas ini sebagai pintu awal pengabdian.
“Berbahagialah kalian bisa menjadi Paskibraka. Dulu saya hanya bisa menonton saja, sekarang kalian menjadi bagian dari kebanggaan itu. Tolong jaga kebanggaan itu, jangan sampai amanah yang diberikan dikhianati atau dikecewakan,” pungkas Bupati. (Redaksi)

