KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Keseriusan Kabupaten Kuningan menatap Liga Nusantara 2026/2027 mulai dimatangkan. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Liga Nusantara yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, U. Kusmana, Manajer PESIK Kuningan, Nono Sujono, membeberkan hasil krusial Owners Meeting sekaligus keuntungan besar yang akan didapat daerah.
Rakor tersebut digelar pada Senin (21/9/2026), sebagai tindak lanjut dari Owners Meeting yang dilaksanakan pada Rabu, 17 September 2026, pukul 13.00 WIB di Super League Hall, Kantor I League, Menara Mandiri II Lantai 19, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 54-55, Jakarta.
Nono menjelaskan, ada 8 poin penting hasil Owners Meeting tersebut:
1. Liga Nusantara akan resmi bergulir pada 30-31 Oktober 2026.
2. Menggunakan sistem penuh Home & Away.
3. Diikuti 24 tim yang dibagi ke dalam 3 grup. PESIK Kuningan tergabung di Grup A Wilayah Barat bersama tim-tim besar, yakni:
- PERSIKOTAS Nusantara
- Pekanbaru FC
- Persikota Tangerang
- PERSEKAT Tegal
- PERSITARA Jakarta Utara
- Sriwijaya FC
- Batavia FC
- PESIK Kuningan
4. Tidak ada degradasi, namun ada promosi ke kasta lebih tinggi.
5. Klub wajib memiliki stadion homebase.
6. Wajib licensing dengan modal Rp 7,5 miliar + deposit Rp 7,5 miliar.
7. Tidak ada lagi klub Liga 4 yang naik langsung ke Liga 3 (Liga Nusantara).
8. Wajib menggunakan stadion yang sama minimal 2 musim kompetisi.
Menurut Nono, format Home & Away ini bukan sekadar soal pertandingan, melainkan peluang emas bagi ekonomi Kuningan.
“Dengan sistem kandang-tandang, ada 7 benefit nyata yang bisa didapat Kabupaten Kuningan,” ujar Nono di hadapan Sekda dan jajaran OPD.
Ketujuh keuntungan itu adalah:
- Penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
- Peningkatan okupansi kamar hotel
- Peningkatan penjualan pelaku UMKM
- Penambahan retribusi restoran dan katering
- Ajang eksplorasi dan promosi wisata Kuningan
- Memberikan hiburan berkualitas bagi masyarakat
- Dukungan suporter untuk PESIK Kuningan akan semakin optimal
Untuk mewujudkan itu, PESIK mengajukan langkah percepatan renovasi Stadion.
Renovasi Lapangan Utama meliputi:
Pemeliharaan dan penyuburan rumput, perbaikan lampu penerangan, pembatasan sementara penggunaan lapangan, penyiraman dan pemberian nutrisi rumput, serta perbaikan saluran pembuangan air.
Renovasi Sarana Penunjang meliputi:
Perbaikan kamar ganti pemain, sanitasi toilet, ruang konferensi pers, dan ruang wasit.
Rapat yang berlangsung intens tersebut dihadiri oleh Disporapar, BPKAD, Kepala UPTD Disporapar, KONI Kuningan, Askab PSSI Kuningan, serta jajaran manajemen PESIK Kuningan.
Dalam arahannya, Sekda U. Kusmana meminta agar laporan teknis renovasi dan kesiapan stadion segera dirampungkan, paling lambat besok.
Sementara Ketua Harian KONI Kuningan menyatakan siap memberikan support penuh dan akan segera membahas jadwal verifikasi lapangan dari operator liga.
Diketahui, untuk pemeliharaan awal stadion, anggaran akan dialokasikan melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). (Redaksi)

