Kuningan – Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si atas konsistensi Yayasan Taruna Mandiri yang selama 31 tahun mendedikasikan diri dalam pengabdian untuk pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian mengungkapkan hal itu, saat memberikan sambutan pada peringatan Dies Natalis ke-31 Yayasan Taruna Mandiri dan SLBN Taruna Mandiri ke-18 yang digelar di Bale Waluya SLBN Taruna Mandiri, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1/2026).
“Pak Elon dan Bu Kokoy membuktikan bahwa membangun lembaga bukan hanya soal fisik, tapi juga membangun harapan, masa depan, juga keyakinan anak-anak penyandang disabilitas. Dan berkat keteguhan, niat tulus, serta keikhlasan telah melahirkan kesuksesan,” ungkap Dian.
Disabilitas bukanlah batas untuk berprestasi. Untuk itu, menurut Dian, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mendukung pengembangan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, karena investasi terbaik bagi daerah dan bangsa adalah investasi pada sumber daya manusia tanpa terkecuali.
“Saat ini Yayasan Taruna Mandiri melaksanakan Dies Natalis ke 31 dan SLB Taruna Mandiri ke 18, saya ucapkan selamat, dan semoga terus menjadi rumah belajar yang menumbuhkan kemandirian, melahirkan insan-insan berdaya saing, serta menginspirasi kita semua untuk melihat dunia dengan hati,” Dian.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. Deden Saepul Hidayat, M.Pd untuk Yayasan Taruna Mandiri yang dinilainya telah berkontribusi besar dalam pengembangan layanan pendidikan khusus di Jawa Barat.
Ia menyebutkan bahwa SLB Taruna Mandiri berhasil meraih peringkat kedua dalam ajang Gapura Panca Waluya dengan hadiah sarana dan prasarana senilai Rp1,5 miliar dari Gubernur Jawa Barat. Ia juga menekankan pentingnya perluasan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus
Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Taruna Mandiri Dr. Carlan, S.Pd, M.M.Pd menuturkan perjalanan panjang berdirinya yayasan yang dirintis sejak 8 Januari 1995. Berawal dari tekad pribadinya setelah menerima penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 1994, ia memilih menghadirkan lembaga pendidikan sebagai “hadiah hidup” yang bermanfaat bagi penyandang disabilitas.
Sejak 1997 bersama sang istri, Kokoy Kurniawati, ia merintis SLB Taruna Mandiri yang kemudian berkembang menjadi sejumlah SLB di berbagai wilayah, di antaranya SLB Pangeran Cakrabuana di Cirebon, SLB Bina Insani di Kalimanggis, SLB Perbatasan di Cibingbin, SLB Rohman di Cigugur, SLB Laskar Taruna Mandiri di Darma, hingga SLB Depayasa di Cidahu. Selain itu, yayasan juga mengelola PKBM Taruna Mandiri, pusat terapi Jatikresna, serta TK Sipunuda.
“Empat SLB telah dihibahkan kepada pemerintah sebagai wujud komitmen kebermanfaatan. Karena, yang kami kejar bukan kemewahan, tapi kebermanfaatan. Keterbatasan bagi kami itu tanpa batas ability to infinity,” tuturnya.
Elon menegaskan, saat ini SLB Taruna Mandiri dijadikan sebagai sentra vokasi dengan orientasi keterampilan kerja. Sejumlah alumninya telah terserap di dunia usaha dan industri, mulai dari perhotelan, ritel modern, industri padat karya, hingga berwirausaha secara mandiri.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikdasmen RI Dr. Muhammad Hasbi beserta jajaran, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang diwakili Sekretaris Disdik Jabar Dr. Dede Saepul Hidayat, M.Pd, Wakil Bupati Kuningan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kuningan, Ketua Yayasan Taruna Mandiri Dr. Elon Carlan, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kokoy Kurnaeti, S.Pd, M.Pd, serta keluarga besar SLB se-Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. (Yud’s)

