Kuningan – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengajak Kapolres Kuningan yang baru AKBP Muhammad Ali Akbar untuk bersama-sama menjalankan tugas dari Gubernur, membebaskan Jawa Barat dari premanisme.
Hal itu disampaikan Dian dalam momen Pisah Sambut Kapolres Kuningan lama AKBP Willy Andrian dengan Kapolres baru AKBP Muhammad Ali Akbar, yang dilangsungkan di Pendopo Kuningan, pada Rabu malam (9/4/2025).
Prosesi tersebut digelar seiring dengan kepindahan AKBP Willy Andrian yang telah menjalankan tugas selama 2 tahun 3 hari di Polres Kuningan ke Polres Majalengka, dan digantikan oleh AKBP Muhammad Ali Akbar yang semula bertugas di Kepulauan Bangka Belitung.
Dihadapan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, Anggota DPR RI H. Rokhmat Adrian, jajaran Forkopimda Kuningan, Pj Sekda bersama para Perangkat Kepala Daerah, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang turut hadir di acara itu, selain berucap terima kasih Dian juga memberikan apresiasi kepada AKBP Willy Andrian.
“Saya mengenal pak Willy ketika saya menjabat Sekda, dan yang kami rasakan, dengan tangan dinginnya selama bertugas dalam membangun kondusifitas, sehingga banyak hajat besar di Kabupaten Kuningan bisa terlaksana dengan sukses, termasuk saat Pilpres dan Pilkada,” ucap Dian.
Menurut Bupati Dian, kegiatan pisan sambut itu seperti Kopi dan Gula. Ada perasaan pahit, karena ditinggal seorang kawan, namun juga ada perasaan yang manis karena menerima kawan yang baru. Untuk itu, Dian mengucapkan selamat bertugas kepada AKBP Willy Andrian di tempat yang baru dan mengucapkan selamat datang kepada AKBP Muhammad Ali Akbar.
Kepada Kapolres Baru, Dian menyampaikan selamat datang, seraya mengajak untuk membangun kolaborasi bersama Forkopimda demi menjaga keamanan dan kenyamanan di Bumi Kuningan, serta bersama menjalankan tugas dari Gubernur Jawa Barat, dalam memerangi premanisme.
“Wilujeng Sumping pak Ali Akbar di Kabupaten Kuningan yang udaranya sejuk. Mari kita bangun kolaborasi bersama Forkopimda untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan. Ada agenda besar dari Gubernur Jawa Barat untuk dikerjakan bersama-sama, yakni membebaskan premanisme di setiap wilayah di Jawa Barat. Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan investasi di berbagai wilayah di Jawa Barat. Karenanya mari kita bersama-sama tingkatkan kolaborasi,” ajak Dian. (Yud’s)

