Kuningan – Keindahan hamparan perairan Waduk Darma sebagai poros utama daya tarik pariwisata, baik di objek wisata Waduk Darma itu sendiri, kawasan Jagara Eco Park, serta wilayah lain di sekitarnya kembali terganggu dengan kemunculan hama invasif yang pertumbuhannya sangat cepat, eceng gondok (Eichhornia crassipes).
Bahkan, menurut Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, berdasarkan hasil pemantauan sementara, sekitar enam hektar area perairan telah tertutupi eceng gondok dari total luas waduk yang mencapai lebih dari 240 hektare. Meski berbagai upaya pembersihan telah dilakukan oleh masyarakat, pemerintah desa, maupun pemerintah daerah, laju pertumbuhan tanaman tersebut dinilai jauh lebih cepat dibanding proses penanganannya.
Khawatir kondisi tersebut mengganggu fungsi waduk sekaligus mengancam sektor pariwisata. Mengingat tanaman ini mampu menutupi seluruh permukaan perairan, menyerap oksigen terlarut, menghambat transportasi air, dan memicu pendangkalan. Dengan didampingi Camat Darma, Kepala Desa Jagara, Babinsa, tokoh masyarakat, dan sejumlah pihak terkait, Bupati Dian melakukan peninjauan langsung kondisi terkini kawasan yang merupakan salah satu ikon, sekaligus legend pariwisata di Kuningan itu, pada Rabu (6/6/2026).
Di kesempatan itu Dian mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, diperlukan langkah cepat dan terintegrasi agar penyebaran eceng gondok tidak semakin meluas, bahkan tidak menutup kemungkinan lambat laun Waduk Darma berubah menjadi Waduk Eceng.
“Jika persoalan ini tidak segera ditangani secara serius, keberadaan eceng gondok berpotensi mengganggu fungsi waduk sebagai sumber daya air, menghambat aktivitas masyarakat, hingga menurunkan daya tarik wisata yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi warga sekitar,” ungkapnya.
Mengingat jika penanganan dilakukan secara manual akan sangat sulit, karena luasnya sudah mencapai hektaran, kata Dian, Sebagai solusinya, Pemkab Kuningan akan segera menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna mendapatkan dukungan peralatan dan skema penanganan yang lebih efektif.
“Kita akan coba berhubungan dengan pemerintah provinsi, PSDA, dan BBWS yang terkait dengan kewenangan urusan ini untuk memohon bantuan. Harus ada langkah-langkah yang terkoordinir dan komprehensif agar persoalan ini bisa segera ditangani,” kata Dian.
Dalam penggarapannya, tidak hanya mengandalkan pemerintah, Bupati Dian juga berencana menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk menyusun langkah taktis penanganan. Sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat yang selama ini aktif menjaga kelestarian Waduk Darma pun akan kembali dilibatkan, termasuk Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok (Garpu Sendok).
Bagi Bupati Dian, menjaga Waduk Darma bukan hanya soal membersihkan gulma air, melainkan menjaga aset strategis daerah yang memiliki nilai ekonomi, lingkungan, dan pariwisata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Saya tidak mau gara-gara eceng gondok, wisatawan Waduk Darma menurun. Ini tanggung jawab kita bersama, termasuk pemerintah desa yang berada di kawasan Waduk Darma. Mudah-mudahan persoalan ini segera dituntaskan,” ujarnya.
Namun, sebelum adanya bantuan, seperti yang diharapkan dari Pemprov, PSDA, dan BBWS, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, aksi penanganan awal eceng gondok dijadwalkan Bupati Dian, akan mulai dilakukan akhir pekan ini dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan.
“Direncanakan mulai hari Jumat (5/6/2026), kita akan turun untuk melakukan langkah-langkah penanganan penyebaran eceng gondok,” jelas Dian. (Redaksi)

