Cirebon – Kontingen pencak silat pelajar Kabupaten Kuningan menorehkan hasil membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (POPWILDA) Wilayah III Jawa Barat 2026. Dari gelanggang di Kota Cirebon, 6-10 Juli 2026, tim Kuningan berhasil mengamankan 2 medali emas, 6 medali perak sekaligus meloloskan 8 nomor pertandingan menuju POPDA Jawa Barat 2027.
POPWILDA 2026 yang diselenggarakan oleh Dispora Jawa Barat dan diikuti 7 kabupaten/kota di Wilayah III ini mempertandingkan 5 cabang olahraga: Basket, Bola Voli, Sepak Takraw, Sepak Bola, dan Pencak Silat. Untuk cabor pencak silat sendiri, mempertandingkan total 21 nomor yang terdiri dari 15 nomor kategori tanding (kumite) dan 6 nomor kategori seni (jurus).
Di bawah tanggung jawab kontingen Disporapar Kuningan, tim pencak silat yang dikomandoi Head Coach Mukhlis Aminudin, atau yang akrab disapa Ami tampil kompetitif dan berhasil mengamankan tiket kualifikasi.
Dan sebanyak delapan pesilat pelajar Kuningan dipastikan melaju ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2027 yang merupakan kasta tertinggi olahraga pelajar tingkat provinsi.
Berikut daftar atlet yang lolos:
Maulana Hafidz Al Faqih – Medali Emas Kelas C Putra
Linggar Fatahillah – Medali Emas Kelas D Putra
Darrel Nurfawwaz Ramadhan – Medali Perak Kelas F Putra
Malik Dinar Ahmad Abu Bakar – Medali Perak Kelas I Putra
Elka Ayu Pratiwi – Medali Perak Kelas D Putri
Quinsha Azzalya Nugraha Putri – Medali Perak Kelas E Putri
Sindi Latiffatul Aulia – Medali Perak Kelas G Putri
Vanesha An Najmi – Medali Perak Kelas Tunggal Putri
Capaian ini tidak lepas dari kerja keras tim pelatih yang terdiri dari Mukhlis Aminudin (Ami) sebagai Head Coach, Syamsun Munir, Arisman, M. Maulana Ilyas, M. Ihsan Maolani, dan Ajeng Muttia Salma.
Alarm Bahaya untuk Kuningan
Di balik keberhasilan meloloskan 8 atlet, Head Coach Ami justru memberikan catatan kritis dan evaluasi mendalam terkait peta persaingan olahraga pelajar saat ini.
Menurutnya, POPWILDA 2026 menghadirkan banyak pelajaran dan kejutan. Ketujuh kabupaten/kota peserta telah menunjukkan standar kualitas yang tinggi dan merata dari sisi skill dan kemampuan bertanding atlet.
“Ini adalah alarm bahaya untuk peningkatan prestasi olahraga pelajar Kuningan. Untuk saat ini jangan pun di tingkat Jabar, tapi untuk Wilayah 3 Jabar saja persaingan sudah sangat ketat,” tegas Ami dalam keterangannya.
Ia menilai jika tidak ada perbaikan sistem dan pola pembinaan yang signifikan, Kuningan harus siap menerima kenyataan tertinggal dari kabupaten/kota lain di Wilayah 3 maupun di Jawa Barat secara umum.
Mukhlis berharap ada perhatian khusus dari semua pihak dalam membangun olahraga prestasi khususnya di tingkat pelajar. Menurutnya, atlet elit yang kelak akan berlaga di ajang Poprov, PON, hingga SEA Games, embrionya berasal dari proses pembinaan atlet pelajar yang berjenjang dan sistematis.
“Kami sangat berharap adanya sinergitas dari seluruh stakeholder olahraga pelajar khususnya BAPOPSI, DISPORAPAR Kuningan, DISDIKBUD Kuningan, dan Federasi Olahraga (induk cabor) agar bersinergi merumuskan serta menetapkan desain besar sistem pembinaan olahraga pelajar Kuningan,” harapnya.
Dengan dukungan penuh dari semua pihak, ia optimistis prestasi olahraga pelajar Kuningan dapat kembali bangkit dan mampu mengimbangi prestasi kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. (Redaksi)

