Kuningan – Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si memastikan rencana pemerintah pusat untuk membangun jalan tol yang melintasi Kabupaten Kuningan akan segera terwujud dalam kurun waktu tidak terlalu lama.
Hal itu diungkapkan Bupati Dian di hadapan para awak media, usai melepas secara simbolik peserta Angkutan Balik Mudik Gratis Kementerian Perhubungan Tahun 2026/1447 H yang digelar di Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu (25/3/2026).
“Saat ini proyek masuk dalam kajian dan perencanaan Kementerian PUPR RI dan Pemprov Jabar. Dan ini pernah dibicarakan juga dalam pembahasan tempat khusus tol di Bandung,” ungkap Dian.
Tol yang dirancang menyusuri lereng Gunung Ciremai, menghubungkan Tol Cipali (utara) menuju Tol Getaci (selatan), dengan exit tol berdasarkan kajian sementara direncanakan di Linggarjati dan Cigadung itu, kata Dian, ditargetkan mulai dibangun antara tahun 2028-2030 atau 2030-2035.
“Bahkan trase dan jalurnya juga sudah dibahas, yakni melintasi wilayah barat Kabupaten Kuningan, meliputi daerah seperti Mandirancan, Pakembangan, Linggarjati, Sukamukti, Cigugur, Kadugede, hingga Darma, dan menyambung ke Cikijing (Majalengka) hingga ke Tol Getaci,” katanya.
Saat ditanya wartawan tentang belum adanya stasiun kereta di Kabupaten Kuningan, Bupati Dian mengaku, sebenarnya pihaknya juga berkeinginan dibangun stasiun dan jalur kereta yang menghubungkan Kuningan ke Cirebon, Bandung, hingga Tasikmalaya.
Dan hal itu sudah disampaikan pada Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, S.H, yang notabene merupakan putra asli daerah Kuningan, dengan harapan adanya kebijakan pusat untuk merealisasikan keinginan tersebut.
“Ya, walaupun tidak terlalu berharap, mudah-mudahan saja keinginan ini bisa terwujud. Kan, kalau terlewati jalur kereta itu luar biasa. Namun, yang jelas untuk pembangunan jalan tol pasti terlaksana, untuk meningkatkan konektivitas antara Tol Cipali dan Tol Getaci, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mempermudah akses ke kawasan pariwisata strategis di Kuningan,” tutur Dian. (Redaksi)

