Majalengka – Elegi perjalanan mudik terjadi di Jalur Jahim, atau di Jalan Raya Panjalu, perlintasan Ciamis – Cikijing, Kabupaten Majalengka, tepatnya di Blok Maniis Tonggoh, Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka, menimpa elf minibus bernomor polisi Z 7012 CN yang membawa 21 penumpang rombongan keluarga asal Karawang, pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 23.05 WIB.
Dalam tragedi kecelakaan maut itu tercatat, dari total 21 penumpang, enam orang dinyatakan meninggal dunia; tiga di antaranya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian, termasuk sang pengemudi, dan tiga lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Menurut saksi mata, Alan, yang merupakan warga di area lokasi kejadian, dirinya melihat mobil elf berwarna putih datang melaju kencang dari arah Ciamis, di mana Jalur Jahim ini terkenal dengan tanjakan yang tinggi apabila dari arah Majalengka, serta turunan yang tajam menukik apabila dari arah Ciamis.
Yang membuat Alah heran, apakah sipengemudi tidak tahu medan atau mengantuk hingga kehilangan kendali. Karena saat memasuki jalur alternatif yang tergolong cepat dari Ciamis maupun Tasikmalaya menuju Majalengka ini laju kendaraan terbilang cepat, padahal kondisi jalur yang di lewati menurun tajam, diperparah jalan licin sehabis hujan, serta kabut tebal menutupi jarak pandang.
“Mobil itu terlihat melaju kencang di jalur menurun dan berkelok, dengan kondisi jalan basah, serta jarak pandang terbatas karena tertutup kabut. Kemudian seperti kehilangan kendali, mobil oleng ke kanan, terperosok ke parit dan terguling dalam posisi roda di atas,” ujar Alan.
Senada dengan Alan, Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya mengungkapkan, bahwa selain kondisi cuaca dan medan jalan, faktor kelelahan menjadi penyebab utama dari insiden kecelakaan lalu lintas tersebut.
“Dari keterangan saksi yang kami terima, sebelum perjalanan pulang, rombongan melakukan ziarah di daerah Ciamis, dilanjutkan dengan berwisata ke Pangandaran. Sehingga diduga, selain kurang menguasai medan jalan yang ekstrem, kondisi kelelahan dan mengantuknya si pengemudi menjadi penyebab kecelakaan ini,” ungkapnya. (Redaksi)

