Kuningan – Selain berucap selamat kepada seluruh SDM PKH yang saat ini telah berstatus ASN PPPK penuh waktu. Dimana status tersebut merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian panjang para pendamping sosial dalam mendampingi masyarakat.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar juga mengakui, di balik program bantuan sosial yang diterima masyarakat, terdapat peran penting para pendamping sosial yang hadir di tengah warga. Sehingga dedikasi mereka yang mendorong SDM Program Keluarga Harapan (PKH) untuk terus memperkuat validitas data sosial sekaligus menyukseskan Program Sekolah Rakyat patut untuk mendapatkan apresiasi.
Hal itu diungkapkan Bupati Dian dalam acara Peningkatan Kapasitas ASN Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial yang diikuti SDM PKH Kabupaten Kuningan, di Jagara Eco Park, Kecamatan Darma, Rabu (3/6/2026).
“Kita ingin bantuan sosial menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sehingga, pendamping sosial bukan hanya memastikan bantuan cair atau tidak. Yang lebih penting adalah, bagaimana masyarakat yang didampingi dapat tumbuh, berkembang, dan mandiri,” ungkap Dian.
Di akhir kalimatnya Bupati Dian meminta, Dinas Sosial bersama para pendamping PKH diminta terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkelanjutan, serta menjadi ujung tombak dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
“Karena, keberhasilan program pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah,” ucap Dian.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Tatiek Ratna Mustika memaparkan, bahwa SDM PKH di Kabupaten Kuningan berjumlah 127 orang, yang terdiri dari satu Ketua Tim Kabupaten, 32 Ketua Tim Kecamatan, dan 94 pendamping sosial yang tersebar di seluruh wilayah.
“Saat ini Kabupaten Kuningan mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung. Dari 6.475 calon siswa yang telah dijangkau, sebanyak 178 siswa menyatakan minat mengikuti program tersebut, sementara kuota awal yang tersedia baru mencapai 90 siswa,” papar Tatik.
Sementara, Ketua Tim PKH Kabupaten Kuningan, Nanin Ernis Nurjaman dalam laporannya memperinci, capaian ground check Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah mencapai 73,69 persen. Dari target yang ditetapkan, lebih dari 27 ribu keluarga penerima manfaat berhasil diverifikasi langsung oleh para pendamping sosial di lapangan.
“Verifikasi data ini menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran, sekaligus mendukung pemutakhiran data kemiskinan yang akurat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menjalankan tugas verifikasi data, kata Nanin, SDM PKH saat ini juga fokus menjaring calon peserta Program Sekolah Rakyat. Untuk jenjang SMP, jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota yang tersedia, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program pendidikan tersebut.
“Para pendamping sosial juga turut membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga kurang mampu. Hingga saat ini, sebanyak 23 anak berhasil memperoleh kesempatan kuliah gratis melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi,” tutur Nanin. (Redaksi)

