Kuningan – Desa Haurkuningan, Kecamatan Nusaherang menjadi titik pelaksanaan hari ketiga Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau selama Ramadan.
Masyarakat yang tengah dihadapkan dengan kondisi sulitnya perekonomian ditengah himpitan tingginya harga bahan pokok-pun seakan sedikit mendapatkan angin segar, sehinga tampak demikian antusias menyerbu untuk mendapatkan aneka Sembako yang disiapkan Diskatan, pada Selasa (24/2/2026).
Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si membenarkan, bahwa kegiatan di Desa Haurkuning merupakan hari ketiga GPM, dari target 25 kali pelaksanaan selama tahun 2026, dan 16 kali diantaranya direncanakan digelar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
“Tahun ini kami ditargetkan 25 kali GPM. Selama Ramadan, dirancang 16 kali pelaksanaan GPM, ditambah satu kegiatan di Pendopo atau Mushola Ar-Rahmat pada 12 Maret mendatang. Insyaallah dengan dukungan provinsi dan pusat, bisa mencapai minimal 32 kali sehingga setiap kecamatan mendapatkan giliran,” ucapnya.
Dijelaskan Wahyu, dalam kegiatan tersebut disediakan 2 ton beras yang dijual Rp 60 ribu per 5 kilogram, lebih murah dibanding harga pasar sekitar Rp 75 ribu. Daging sapi yang di pasaran mencapai Rp145 ribu per-kilogram, dijual Rp 120 ribu di GPM.
“Jika ada yang lebih mahal dari harga pasar, tidak usah dibeli. Ini ikhtiar Bapak Bupati agar masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang,” jelasnya.
Sementara, usai secara resmi membuka Gerakan Pangan Murah (Padaringan) yang dilaksanakan melalui kerja sama Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PKK, serta pelaku usaha lokal itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengatakan, pemerintah daerah hadir untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok di Bulan Ramadan.
“Biasanya di Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran harga-harga naik. Maka kami lakukan program ini agar harga lebih terjangkau, supaya ibu-ibu bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang,” kata Dian.
Suasanapun berlangsung hangat. Pada kesempatan itu Bupati Dian berinteraksi langsung dengan beberapa warga dan memberikan bantuan uang belanja secara spontan kepada warga lanjut usia, di antaranya Ibu Cocoh Rukisah, Ibu Kannah (85), dan Ibu Sariah.
Dilain pihak, Kepala Desa Haurkuning, Sartono, menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih pada Bupati Kuningan, karena desanya dipilih sebagai lokasi pasar murah. Karena menurutnya, isu ketahanan pangan menjadi perhatian serius pemerintah dari pusat hingga daerah, sehingga program pangan murah yang bisa menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sangat dinantikan.
“Ini momen yang sangat tepat di bulan suci Ramadhan. Atas nama warga Desa Haurkuning, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati. Kami siap mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan, koperasi, maupun program lainnya. Di Haurkuning sudah ada ketahanan pangan berupa ternak kambing sekitar 40 ekor. Kami juga mendapat bantuan pupuk dan bibit kelapa hibrida dari Dinas Pertanian,” tutur Sartono. (Redaksi)

