Kuningan – Setelah melalui perjuangan cukup melelahkan, dengan menembus medan berat, serta sempat diwarnai turunnya kabut dan derasnya guyuran hujan, akhirnya proses evakuasi jasad mayat yang ditemukan di koordinat X: 213937/Y: 9237251, berjarak ±200 meter arah utara dari Puncak Panglongokan, Jalur Pendakian Linggarjati berhasil dilakukan.
Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Toni Anwar, pelaksanaan evakuasi yang dimulai dari Kamis (30/10/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari, Personil Polri, TNI, BTNGC, BPBD Kuningan, LSM Akar, Ranger PPGC Linggarjati, Ranger PPGC Linggasana, Ranger PPGC Palutungan, Relawan Kuningan, VR Indonesia, RAPI, ORARI dan masyarakat tersebut berjalan lancar, serta terselesaikan pada Jumat malam (31/10/2025), sekitar pukul 22.05 WIB.
Selain itu, kata Toni, dari hasil pemeriksaan awal Tim Inafis Polres Kuningan, menunjukan bahwa kondisi tangan jasad masih bagus, sehingga sidik jari dapat diambil, dan jati diri mayat laki-laki tersebut bisa teridentifkasi.
“Berdasarkan hasil identifikasi dari sidik jari, tanda lahir, tanda fisik seperti rambut, jenggot dan peralatan sarung, juga sepatu yang dipakai, korban mirip dengan pria bernama Urip Masurip, berusia 41 tahun, warga Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak bulan lalu,” kata Toni.
Dijelaskan Toni, berdasarkan hasil pemeriksaan itulah, pihak keluarga pelapor yang juga telah berada di lokasi evakuasi memutuskan untuk langsung membawa pulang, sekaligus memakamkannya di tempat kediaman korban.
“Kita bersyukur, evakuasi ini berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara tim gabungan dan pihak terkait. Disamping itu, korban juga telah dibawa oleh pihak keluarga, dan jajaran kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban,” jelas Toni. (Yud’s)

