Kuningan – Sebagai pencetus lahirnya event, Kontingen Kabupaten Kuningan dituntut mampu mengaktualisasikan keunggulan, baik dalam pencapaian prestasi, maupun menjaga nama baik daerah pada pelaksanaan Porsenitas ke-XIII 2026 yang diselenggarakan di Kota Cirebon, dari tanggal 23 hingga 27 Juni 2026.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), sekaligus Ketua Kontingen Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, didampingi Sekretaris Kontingen, Asep Ismanto, saat melakukan monitoring latihan atlet cabang olahraga tradisional di Lapangan Panahan (Perpani), Kompleks Kuningan Islamic Center (KIC), Jumat (19/6/2026).
“Sebagai penggagas kegiatan Porsenitas dengan peserta kabupaten dan kota dari Jawa Barat juga Jawa Tengah yang tergabung dalam kerja sama Kunci Bersama, saya minta Kontingen Kuningan tak hanya mampu mengukir prestasi di seluruh lini kompetisi, baik olahraga maupun seni, tetapi juga bisa menjaga nama baik daerah, dalam sikap dan perilaku,” ucap Uu.
Karena, kata Uu, pada hakikatnya Porsenitas dirancang sebagai wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan memperkuat sinergi lintas batas antardaerah. Acara ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang kolaborasi yang menggabungkan sportivitas, pertukaran budaya, dan penggerak ekonomi regional.
Namun, Uu juga tidak memungkiri, disetiap event kejuaraan kontingen peserta harus memiliki goal setting. Dalam hal itu, Uu kembali menyinggung Kuningan sebagai inisiator, tentunya target yang harus dicapainya juga tidak main-main, menjadi juara umum.
“Yang namanya kompetisi atau berlomba ada tujuan yang ingin dicapai, dan goal-nya adalah medali. Harapan saya, Kuningan mampu tampil menduduki peringkat terbaik, atau bisa keluar sebagai juara umum,” kata Uu.
Demi mewujudkan harapan tersebut, Uu menekankan kepada para atlet agar berupaya keras tampil dengan skill terbaik, mengimplementasikan potensi diri dari hasil disiplin dan jerih payah latihan. Dibarengi perhatian dari para official, juga manajer pada setiap latihan, maupun dalam pelaksanaan pertandingan nanti.
“Para manajer harus melihat, memantau langsung proses latihan, serta harus hadir dalam pelaksanaan pertandingan. Hadir tak hanya memberikan support dari segi material, tapi yang lebih utama adalah tingkat kehadiran secara moral yang berdampak langsung dalam memacu semangat para atlet untuk berlomba secara maksimal,” pinta Uu.
Dan mengingat para atlet, juga manajer, adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi di Kabupaten Kuningan, Uu memohon kepada jajaran manajer Cabor yang notabene merupakan para Kepala SKPD untuk memberikan izin, plus bekal bertanding para atlet.
Sementara, Sekretaris Kontingen Porsenitas Kabupaten Kuningan, Asep Ismanto menjelaskan, peninjauan langsung proses latihan para atlet yang akan diikusertakan dalam kegiatan Porsenitas ke-13 hari itu, diantaranya pada cabang olahraga tradisional dengan nomor jenis olahraga dagongan, tarumpah panjang tiga orang putra putri, sumpitan dan jamparingan,
“Selesai dari cabang olahraga tradisional, peninjauan dilanjutkan pada cabang olahraga tenis lapangan dan tenis meja,” jelas Asep. (Yud’s)

