Kuningan – Meskipun merupakan gelaran perdana, namun animo masyarakat, terutama para pecinta bela diri silat tampak cukup besar untuk turut andil dalam event Kejuaraan Pencak Silat “Ciremai Fest Series 1 Tahun 2026” tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar SKC Prima dari tanggal 16 hingga 18 Juni 2026, di GOR Ewangga, Kuningan.
Hal itu terbukti dengan catatan jumlah peserta yang mencapai 763 atlet, dari 74 tim pada pertandingan yang mengangkat tema “Jaga Tradisi, Lestari Budaya Bangsa Pencak Silat Dalam Peran Serta Membangun Negeri”, serta ditutup langsung oleh Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, pada Kamis (18/6/2026) tersebut.
Ketua panitia pelaksana kejuaraan pencak silat Ciremai Fest 1 Mukhlis Aminudin (Ami) mengungkapkan, penyelenggaraan Ciremai Fest Series merupakan wadah bagi para atlet muda untuk mengaktualisasikan hasil latihan, disiplin, dan kerja keras mereka dalam meraih prestasi.
Nama kejuaraan Ciremai Fest Series sendiri, menurut Ami, diambil dari Gunung Ciremai yang menjadi ikon Kabupaten Kuningan sekaligus sumber kehidupan masyarakat melalui mata air yang terus mengalir tanpa henti. Sedangkan SKC Prima, lahir dari semangat kolaborasi para pecinta olahraga di Kabupaten Kuningan sejak November 2023. Seiring perkembangannya, organisasi tersebut terus bertransformasi hingga menaungi berbagai cabang olahraga melalui Yayasan Prima Jati Indah.
“Ini merupakan kegiatan pertama yang kami laksanakan. Tetapi, Alhamdulillah mendapat respons luar biasa. Tercatat sebanyak 763 peserta dari 74 kontingen perguruan maupun sekolah yang berasal dari wilayah Ciayumajakuning dan sekitarnya turut serta pada kejuaraan yang kami selenggarakan ini,” ungkap Ami.
Ucapan terima kasih disampaikan Ami kepada seluruh peserta, perguruan, sponsor, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan yang mempersembahkan hadiah, sepeda motor, sepeda listrik, sepeda gunung dan uang pembinaan, sekaligus melahirkan para juara, diantaranya Juara Umum Favorit ke-1 3Boy Club Cirebon, ke 2 Perguruan Silat Padjajaran Cimande Kuningan, ke 3 K-Sport Cirebon.
Apresiasipun disampaikan Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, dalam kata sambutannya. Seraya menegaskan, bahwa kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Ciremai Fest Series bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan juga sarana pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
“Pembangunan sumber daya manusia tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui kegiatan olahraga yang mampu membentuk karakter, disiplin, serta mental yang kuat. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ujarnya.
Bupati menilai kehadiran Ciremai Fest Series menjadi contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam memajukan olahraga di Kabupaten Kuningan. Hingga, kegiatan seperti ini layak menjadi agenda rutin tahunan Kabupaten Kuningan. Bahkan, Pemerintah Daerah siap memberikan perhatian dan dukungan agar pelaksanaannya semakin besar di masa mendatang.
“Saya berharap Ciremai Fest Series tidak berhenti sampai di sini. Tahun depan harus kembali dilaksanakan dengan skala yang lebih besar. Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan agar event ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan Kabupaten Kuningan,” ikrarnya.
Pada kesempatan itu, selain mengingatkan pentingnya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Dian juga berharap, dari kejuaraan tersebut lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bahkan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Belajar pencak silat bukan hanya soal kemampuan bela diri, tetapi juga menjaga identitas budaya bangsa. Generasi muda harus bangga terhadap warisan leluhur yang telah mendunia ini. Dan harus selalu ingat, menang tanpa merendahkan dan kalah dengan kepala tegak. Melalui olahraga, kita belajar menghormati lawan, menerima hasil pertandingan, serta memperkuat persaudaraan. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk karakter generasi muda yang unggul,” pesannya. (Redaksi)

