Kuningan – Jawab tantangan perkembangan zaman, seiring ledakan jumlah penduduk yang berdampak pada tingginya jumlah kawasan perumahan, sehingga mempersempit ruas area untuk dijadikan lahan pemakaman, Paguyuban Guyub Rukun Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus optimalkan kekuatan gotong royong dengan memanfaatkan tanah wakaf menjadi Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Dan kekuatan kebersamaan masyarakat yang ditunjukkan Paguyuban Guyub Rukun dalam membantu sesama seperti yang selama ini dilakukan, mulai dari memberikan dukungan pada warga yang sakit, menyalurkan santunan pada penduduk miskin, juga anak yatim, hingga akhirnya juga mampu menjawab kesulitan mendapatkan lahan pekuburan, melalui bantuan tanah wakaf dari Hj. Titin Suhesti untuk dibangun menjadi TPU warga Desa Linggamekar.
Bahkan tidak tanggung-tanggung, mengawali kegiatan pembangunan TPU yang terletak di Dusun Cantilan, Desa Linggamekar itu peresmiannya dilakukan oleh Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, yang mewakili Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, pada Sabtu (30/5/2026).
Saat usai melakukan prosesi peletakan batu pertama dalam kata sambutannya, Wabup Tuti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada Hj. Titin Suhesti dan Paguyuban Guyub Rukun, juga kepada seluruh masyarakat Dusun Cantilan, Pemerintah Desa Linggamekar, tokoh masyarakat, tokoh agama, para donatur, serta seluruh pihak yang telah berinisiatif, sekaligus bergotong royong mewujudkan pembangunan TPU yang sangat dibutuhkan masyarakat tersebut.
“Pembangunan TPU bukan hanya soal menyediakan lahan pemakaman. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjalankan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan,” ucap Tuti.
Menurut Tuti, keberadaan tempat pemakaman umum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipersiapkan secara baik, tertata, dan mampu memberikan penghormatan terakhir yang layak bagi setiap insan yang telah berpulang. Karena itu, pembangunan TPU menjadi bagian penting dari pelayanan sosial yang harus mendapat perhatian bersama.
Momentum peletakan batu pertama itu, dinilai Tuti sebagai bukti nyata masih kuatnya budaya gotong royong yang hidup di tengah masyarakat Kuningan, khususnya warga Dusun Cantilan. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui dukungan tenaga, pikiran, maupun materi menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kita melihat bagaimana masyarakat bersatu, saling membantu, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan lingkungannya. Inilah kekuatan gotong royong yang harus terus dipelihara,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Guyub Rukun, Iwan, membenarkan apa yang disampaikan Ketua Panitia Pembangunan TPU Dusun Cantilan, Rodin, dalam laporannya, bahwa pembangunan TPU dilatarbelakangi oleh semakin terbatasnya lahan pemakaman di wilayah Dusun Cantilan, serta perlunya penataan kawasan pemakaman agar lebih representatif dan nyaman.
Dijelaskna Iwan, proses pembangunan telah dimulai sejak April 2026 dengan sejumlah pekerjaan awal yang telah dilaksanakan, meliputi pembersihan dan penataan lahan, pembangunan jalan setapak, pagar keliling, serta saluran air sebagai fasilitas pendukung.
Iwan menuturkan, organisasinya yang dibentuk dengan semangat kebersamaan dan kepedulian tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang membutuhkan bantuan, atau bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, di mana salah satu program terbesar yang saat ini dilaksanakan adalah pembangunan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Linggamekar. Program tersebut bermula dari adanya warga yang mewakafkan tanah untuk kepentingan pemakaman umum.
Dalam perjalanannya, untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Paguyuban Guyub Rukun bergerak menggalang dukungan dari para donatur. Hasilnya, dana yang terkumpul tidak hanya memenuhi target awal sekitar Rp30 juta, tetapi bahkan telah melampaui angka tersebut.
“Alhamdulillah rekan-rekan guyub bergerak mencari donatur. Dari perkiraan biaya sekitar Rp30 juta, sekarang sudah melebihi dan dana terus mengalir sampai hari ini. Dan seluruh proses pembangunan juga dilakukan secara sukarela oleh masyarakat, serta para pekerja yang terlibat,” tutur Iwan.
Namun Iwan tidak memungkiri, meski pembangunan TPU berjalan lancar, kebutuhan lahan pemakaman di masa mendatang menjadi perhatian paguyuban. Iwan berharap lahan yang berada di samping area TPU saat ini dapat dibebaskan atau dibeli untuk kepentingan perluasan.
“Sayangnya, untuk merealisasikan hal itu kami terkendala oleh keterbatasan dana. Karena itu, kami berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan guna membantu proses pengadaan lahan tersebut,” ungkap Iwan. (Redaksi)

