Kuningan – Sebanyak 445 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 8 Kabupaten Kuningan musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi dilepas menuju Tanah Suci oleh Bupati H. Dian Rachmat Yanuar, di Masjid At-Taufiq Kuningan Islamic Center (KIC), Minggu (26/4/2026).
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin menyebutkan, dari total 445 orang tersebut, terdiri dari 439 calon haji, 4 petugas kloter, dan 2 Petugas Haji Daerah (PHD). Ratusan jemaah tersebut berasal dari berbagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta jemaah mandiri.
Rangkaian pemberangkatan dipusatkan di KIC dengan pengawalan aparat gabungan, serta dukungan tim kesehatan. Dan menurut Emup, jemaah dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Indramayu pada Minggu sore sebelum bertolak melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, pada Senin (27/4/2026).
“Seluruh proses pemberangkatan melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinkes, BAZNAS, PPIH, hingga perangkat daerah lainnya, guna memastikan perjalanan jemaah berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” ujar Emup.
Sementara, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat melepas Calhaj mengingatkan, bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruhani yang menuntut keikhlasan, kesabaran, rasa syukur dan ketundukan kepada Allah SWT.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji serta menjaga kekompakan antarjemaah. Bupati Dian juga meminta petugas memberikan pelayanan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Layani para tamu Allah dengan sepenuh hati,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian turut menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan Kabupaten Kuningan, “Berangkatlah dengan niat yang bersih, laksanakan dengan jiwa yang tulus, dan pulanglah membawa keberkahan untuk Kuningan Melesat,” tuturnya.
Pelaksanaan pelepasan berlangsung tertib dan khidmat. Sebelumnya, kawasan KIC telah disterilkan dari berbagai aktivitas umum, termasuk kegiatan berjualan dan aktivitas komunitas, guna memastikan kelancaran prosesi pemberangkatan. Area dipadati jemaah dan keluarga, namun tetap terkelola dengan rapi berkat pengaturan petugas dan aparat gabungan. (Redaksi)

