Kuningan – Program Rekasalira (Rereongan Kabutuh Sanajan Lami Rengsena) gagasan LPM Kelurahan/Kecamatan Cigugur yang diluncurkan sebagai solusi ekonomi kerakyatan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendesak tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi, tuai pujian dari Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H, M.Kn.
Saat secara resmi melaunching Program Rekasalira, di Aula Kantor Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Senin (16/3/2026), Wabup Tuti memandang, bahwa program tersebut merupakan langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kebersamaan dan gotong royong.
Dihadapan Camat Cigugur Yono Rahmansah, S.STP, Lurah Cigugur Dadan Sudiana, S.Kom, Ketua LPM Kelurahan Cigugur Drs. Aang Taufik, M.Si, Ketua TP2K Yaya Mulyadi, S.Pd, serta unsur tokoh masyarakat, RT/RW, Karang Taruna dan warga setempat yang hadir dalam acara itu, Tuti menyampaikan harapannya, agar program ini dapat membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya yang terjebak praktik pinjaman berbunga tinggi atau yang dikenal masyarakat sebagai “Bank Emok”.
“Kehadiran Rekasalira ini adalah jawaban cerdas dan solutif. Dana yang dikelola harus benar-benar tepat sasaran, terutama untuk membantu warga yang terhimpit pinjaman berbunga tinggi agar mereka bisa kembali bernapas lega secara finansial,” ucap Tuti.
Tuti juga mengingatkan, jika dana yang digunakan dalam program tersebut merupakan amanah masyarakat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Sekaligus mengajak masyarakat Cigugur untuk memanfaatkan program ini secara bijak sebagai sarana membangun kemandirian ekonomi keluarga.
“Gunakan fasilitas ini sebagai jembatan menuju kemandirian ekonomi, bukan sekadar pelarian dari utang. Kejujuran dalam mengelola dan mengembalikan pinjaman tanpa bunga akan membuka kesempatan bagi warga lain yang juga membutuhkan,” ujar Tuti.
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Cigugur Drs. Aang Taufik, M.Si menjelaskan bahwa program Rekasalira dibentuk sebagai upaya bersama masyarakat untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman rentenir yang kerap membebani warga.
Menurutnya, program ini dibangun dengan semangat gotong royong melalui pembentukan kelompok Rekasalira di empat lingkungan yaitu Wage, Pahing, Manis, dan Puhun, yang diharapkan dapat menjadi wadah bantuan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan, serta tumbuhnya sistem ekonomi berbasis solidaritas masyarakat yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi warga serta mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi di tengah masyarakat.
“Melalui Rekasalira, kita ingin membantu masyarakat yang membutuhkan dana darurat agar tidak terjerat pinjaman berbunga tinggi. Mudah-mudahan program ini berkembang dan memberi manfaat bagi warga Cigugur,” jelas Aang.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) kepada pengurus Rekasalira di masing-masing lingkungan serta bantuan papan nama sekretariat RT/RW dan dukungan dana renovasi Masjid Jami Al Jihad.
Launching program tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Dana Kompensasi PDAM Tirta Kamuning Tahun 2025 yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi pengelolaan dana. (Redaksi)

