MAJALENGKA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sindang Kasih Majalengka sukses menyelenggarakan kegiatan Panen Karya sebagai puncak dari program Kuliah Nyata Mahasiswa (KNM) Tahun 2026.
Acara yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas di antaranya, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Drs. Aceng Jaelani, M.Ag, Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Herman Beni, MA, Dekan Fakultas Kesehatan Awaludin Jahid Abdilah, S.Kp., M.Kep, serta pejabat dari tiga fakultas di lingkungan Universitas Sindang Kasih itu menurut Ketua LPPM Universitas Sindang Kasih, Abas Hidayat, M.Pd, menjadi ajang unjuk gigi bagi mahasiswa dalam memamerkan hasil pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Abas Hidayat berkeinginan, kegiatan tahun ini dengan mengusung tema yang sangat krusial bagi pembangunan daerah, yakni ‘Edukasi Literasi Kreatif Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat’ tersebut mampu membuktikan, kehadiran mahasiswa membawa manfaat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan melalui literasi yang kreatif di 8 desa terpilih di wilayah Kabupaten Majalengka,” ujar Abas Hidayat.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 1, Drs. Aceng Jaelani, M.Ag memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Seraya menegaskan, bahwa KNM 2026 adalah bukti nyata sinergi akademisi dengan kebutuhan masyarakat lokal.
“Kegiatan Panen Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni penutupan, namun menjadi pemantik bagi masyarakat desa untuk terus mengembangkan literasi kreatif secara mandiri di masa depan,” ucap Aceng.
Acara penutupan ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa dari 8 lokasi mitra KNM. Kehadiran perangkat desa ini menegaskan kuatnya kolaborasi yang terjalin selama masa pengabdian.
Sebanyak kurang lebih 70 mahasiswa peserta Panen Karya tampak antusias memamerkan produk dan program unggulan mereka. Salah satu perwakilan mahasiswa mengungkapkan rasa bangga dan senangnya karena telah mendapatkan pengalaman lapangan yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan.
“Banyak pengetahuan baru yang kami dapatkan, terutama bagaimana berinteraksi langsung dengan warga untuk menggali potensi lokal desa agar lebih mandiri secara ekonomi dan sosial,” ungkap salah seorang mahasiswa. (Karim Pamela)

