Kuningan – Kuatnya kabar seputar pelaksanaan mutasi di lingkup Pemkab Kuningan yang akan berlangsung pada Selasa (6/1/2026) mendapat sorotan khusus dari Ketua Forum Transparansi dan Kajian Daerah (F Tekad), Sujarwo, sekaligus dirinya memastikan, jika hal itu akan membuat banyak birokrat dihantui rasa penasaran terhadap nasib posisinya.
“Bagi birokrat yang selama ini menempati posisi nyaman di kursinya tentu akan sangat khawatir terlempar ke tempat yang selama ini dihindari,” ungkap pria yang akrab disapa Mang Ewo itu.
Menurut Mang Ewo, kalaupun dalam penataan birokrasi yang disinyalir sementara hanya menyentuh posisi eselon 3 ( A dan B ) dan merupakan penataan lanjutan birokrasi di era duet kepemimpinan Dian – Tuty sebagai Pimpinan Eksekutif, dipastikan guna membentuk team kerja yang lebih “segar” serta terbebas dari kepentingan yang sejalan dengan visi misi duet Dian -Tuty.
“Artinya, ketika dalam penataan birikrasi yang dikemas melalui mekanisme promosi, rotasi dan mutasi nanti kalaupun akan terjadi perombakan total di setiap tingkatan eselon ( dari 2 s.d 4 ), siapapun harus memahami jika kebijakan tersebut bermaksud untuk mempercepat berbagai janji kampanye yang sudah dilontarkan oleh pasangan yang mempunyai tageline melesat,” ujarnya.
Jika hasil kerja ‘kabinet’ yang akan dibentuknya tidak membuahkan hasil kerja yang optimal, kata Mang Ewo, tentunya msyarakat berhak melakukan ‘gugatan’ terhadap kebijakan yang telah dikeluarkan duet Dian -Tuty.
“Berpijak pada pengalaman yang dimiliki Dian RY yang sudah memiliki rekam jejak maksimal di lingkup Birokrasi Pemkab Kuningan, serta dengan posisi puncaknya sebagai Panglima ASN yakni sebagai Sekda, dapat dipastikan Dian RY sudah sangat memahami karakter dan ethos kerja seluruh stafnya, sehingga sangatlah mustahil dalam penataan birokrat yang akan segera digelar akan terjadi salah penempatan,” tandasnya. (Yud’s)

