Indramayu – Hingga hari terakhir pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) ke-XII Tahun 2025, Kontingen Kabupaten Kuningan harus puas berada pada posisi runner up, sedangkan tuan rumah Kabupaten Indramayu berada pada puncak urutan peraih prestasi dengan menduduki singgasana juara umum.
Namun yang membanggakan, dalam gelaran acara penutupan pada Sabtu (11/10/2025), yang berlangsung di Sport Center Indramayu, Kuningan masih terbukti sebagai kontingen disegani, hal itu terlihat saat pengumuman urutan juara, kontingen yang dikomandani Pj. Sekda Dr. Wahyu Hidayah, M.Si ini tak hanya berjaya di arena olahraga, tetapi juga mampu menjadi pemenang di panggung seni budaya.
Ketua Kontingen Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, M.Si membenarkan, bahwa kontingen yang dipimpinnya kembali menunjukkan taring, dengan torehan membanggakan sebagai Juara II Porsenitas, dan berhasil mengumpulkan pundi-pundi medali 4 emas, 5 perak, plus 8 perunggu, serta Stand Produk Unggulan Terbaik Pilihan Pengunjung.
Tetapi, menurut Wahyu, ada yang lebih penting dari raihan kemenangan, yaitu semangat kebersamaan dari seluruh kabupaten dan kota anggota Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama yang tercermin sangat kuat dalam pelaksanaan Porsenitas.
Prestasi tersebut, kata wahyu, bukan sekadar deretan medali, melainkan simbol nyata kekompakan, daya saing, dan semangat juang masyarakat Kuningan yang terus tumbuh di bawah kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif. Juga, pentingnya menjaga sportivitas, kolaborasi, dan semangat persaudaraan antar daerah.
“Porsenitas bukan sekadar panggung prestasi, tapi ruang besar bagi kebersamaan dan sinergi antar daerah. Di sini kita belajar menghargai perbedaan dan menumbuhkan kekuatan bersama. Pemerintah hadir bukan hanya sebagai penyelenggara, tapi sebagai penggerak semangat kolektif masyarakat untuk maju bersama,” kata Wahyu.
Wahyu mengungkapkan, keberhasilan Kuningan dalam ajang Porsenitas tersebut tidak lepas dari kerja keras dan semangat gotong royong seluruh unsur, mulai dari manajer, atlet, pelatih, seniman, hingga pelaku UMKM yang telah membawa nama baik daerah dengan penuh dedikasi.
“Kuningan membuktikan bahwa kebersamaan dan kerja keras adalah kunci kemenangan. Ini bukan sekadar hasil lomba, tapi cermin dari karakter masyarakat Kuningan yang pantang menyerah dan terus berinovasi,” ungkapnya.
Diperinci Wahyu, dalam ajang Porsenitas ke-XII yang diikuti 1.244 peserta dari sepuluh kabupaten/kota anggota Kunci Bersama, terdiri atas 875 atlet olahraga, 274 peserta seni budaya, dan 103 pelaku UMKM. Kabupaten Indramayu berhasil keluar sebagai Juara Umum dengan raihan 21 medali emas, diikuti Kabupaten Kuningan di posisi kedua dan Kabupaten Cirebon di posisi ketiga.
Untuk Lomba Produk Unggulan Daerah, Kabupaten Majalengka meraih juara pertama, diikuti Cilacap dan Indramayu. Sedangkan, Kabupaten Kuningan sendiri mendapat predikat Stand Terbaik Pilihan Pengunjung berkat inovasi menampilkan produk pangan lokal unggulan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Wahyu bersyukur, karena seluruh kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh semangat persaudaraan, dan itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi pembangunan antar wilayah perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah. Untuk itu dia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga api kebersamaan ini agar menjadi energi positif bagi pembangunan Kuningan ke depan.
“Kebersamaan adalah kekuatan yang tidak ternilai. Dari Indramayu, kita bawa pulang semangat baru untuk terus berlari bersama membangun Kuningan Melesat, Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh,” ujarnya.
Sementara, ditempat terpisah Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar M.Si menyampaikan rasa bangga, serta apresiasi mendalam kepada seluruh anggota kontingen atas perjuangan dan capaian luar biasa yang telah diraih.
“Saya sangat bangga kepada seluruh putra-putri terbaik Kuningan. Kalian bukan hanya membawa pulang medali, tetapi membawa pulang semangat kebersamaan, semangat juang, dan inspirasi bagi seluruh masyarakat. Pemerintah daerah akan terus hadir, memberikan dukungan, dan membuka ruang bagi tumbuhnya potensi olahraga, seni, dan ekonomi kreatif,” tutur Dian.
Bupati Dian juga menegaskan, bahwa keikutsertaan dalam ajang ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Kuningan dalam memperkuat kerja sama antar daerah dan menggerakkan potensi masyarakat.
“Kuningan bukan hanya ingin dikenal karena prestasi, tetapi karena semangat gotong royong dan kepedulian sosialnya. Kita hadir untuk menunjukkan bahwa pembangunan bukan sekadar proyek, melainkan gerakan bersama rakyat,” tandasnya. (Yud’s)

