Kuningan – Secara aklamasi H. Agung Purwandono terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Kuningan masa bhakti 2025-2030, menggantikan H. Asep Ismanto, dalam acara Musawarah Kabupaten (Muskab), yang berlangsung pada Selasa (5/8/2025), di Aula Gedung BJB Cabang Kuningan.
Dihadapan Sekretaris Umum, Yusuf, yang hadir mewakili Katua Umum PSTI Jawa Barat untuk membuka rangkaian acara Muskab, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Ade Darsono, Ketua KONI Kabupaten Kuningan H. Trias Andriana beserta jajaran, dan para pengurus PSTI Kuningan, H. Asep Ismanto Ketua Umum PSTI Kabupaten Kuningan periode 2020-2025 mengaku dirinya yakin, Agung bisa meneruskan estapet kepemimpinan.
“Selain pak Agung ini juga merupakan bagian dari pengurus lama, beliau juga merupakan Kepala SMPN 3 Ciawigebang, yang merupakan sentra pembinaan olahraga inter dan antar sekolah,” ujar Asep.
Saat memberikan laporan pertanggung jawaban, Asep menyampaikan 5 agenda kegiatan yang merupakan program kerja pada masa kepemimpinan dirinya, seperti konsolidasi internal dan eksternal, melalui penyusunan program kerja dalam gelaran rapat kerja dengan bidang-bidang, serta eksternalnya berkolaborasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai Kemenpora, KONI, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dan lainya.
Dalam program peningkatan kualitas SDM, telah dilaksanakan pelatihan pelatih berlesensi Jabar, sehingga para pelatih ini bisa membentuk klub-klub sepak takraw di berbagai wilayah, juga pelatihan wasti tingkat Jawa Barat, berlesensi, dengan begitu mereka layak memimpin event tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
Berdirinya klub-klub olahraga dan sentra pembinaan olahraga inter dan antar sekolah yang dipusatkan di SMPN 3 Ciawigebang, kata Asep, merupakan realisasi dari program pembibitan dan pemasalan. Dimana para pelatih yang telah matang dalam pelatihan menularkan ilmunya di tempat tersebut.
“Rutinitas latihan juga berjalan, dan saat ini juga sedang melaksanakan pemusatan latihan untuk menghadapi BK Porda yang akan berlangsung Oktober atau November, serta POPDA pada bulan September. Nah ini kalau kita tidak ditindaklanjuti, dan kalau saya tidak menindaklanjuti maka dholim, artinya saya membiarkan PSTI tidak berkembang, sementara teman teman di lapangan sudah banyak aktivitas melatih dan segala macamnya,” kata Asep.
Asep bersyukur, pada program peningkatan/pengadaan sarana prasarana, pihaknya banyak mendapat bantuan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga, berkat support dari putra daerah Kuningan yang menjadi bagian dari institusi tersebut, yakni H. Edi Nurinda Susila. Sehingga, saat ini PSTI Kuningan tak hanya telah memiliki peralatan standar, seperti bola dan net, namun hingga karpet lapangan sepak takraw untuk perhelatan pertandingan resmi-pun telah dimiliki.
Dan untuk program kompetisi, dijelaskan Asep, selama kepemimpinan dirinya telah dilaksanakan dua kali kompetisi, tingkat kadet dan tingkat junior, secara intern atau lokal kabupaten. Dan untuk eksternalnya, dengan menurunkan atlit pada Porda, dan BK PORDA di Kabupaten Garut.
“Dalam event Popda Jawa Barat, sepak takraw putri bisa masuk peringkat 8 Jawa Barat. Dan kemarin juga kami mengikuti Kejurda yang diselenggarakan oleh PSTI Jabar. Semua kegiatan itu terevaluasi, artinya sisi mana yang kurang, apakah dari sisi kepelatihan, pola latihan, atau peralatan, itu semua sebagai bahan evaluasi untuk kita lebih maju ke depan,” jelas Asep, yang juga merupakan Sekretaris Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kuningan itu.
Sementara, Ketua Terpilih H. Agung Purwandono mengungkapkan, jika dirinya akan berusaha sebaik mungkin untuk meneruskan estapet kemepimpinan Asep Ismanto untuk melajukan roda organisasi PSTI Kabupaten Kuningan, terutama dalam jangka terdekat, yakni mempersiapkan untuk BK Porda dan juga untuk menghadapi POPDA Jabar.
“Saya tentunya akan segera menyusun kepengurusan PSTI Kuningan periode 2025-2030. Dan untuk menghadapi BK Porda, kebetulan pada bulan November tahun silam saya ditunjuk sekaligus telah mendapat SK sebagai manajer BK Porda, sehingga akan lebih leluasa dalam mempersiapkan segalanya, mulai persiapan para atlit, hingga pelatihannya,” ungkap Agung. (Yud’s)

