Kuningan – Alun-alun Desa Cikaso sepertinya menjadi lokasi ngabuburit paling diburu masyarakat Kecamatan Kramatmulya, pasalnya sejak 3 Maret 2025 silam di area halaman luas depan Masjid Darul Falah tersebut menjadi lokasi Pasar Raya Ramadhan, yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan.
Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan Elon Carlan, melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata (Ekraf dan Inpar) Dading Fajarudin menjelaskan, Pasar Raya Ramadhan yang merupakan pemberdayaan sanggar Ekraf dan usaha rakyat digelar atas kolaborasi antara Pemerintah Desa Cikaso dengan Disporapar, melalui Bidang Ekraf dan Inpar.
Kegiatan tersebut adalah sebuah inisiatif dan peran masyarakat Cikaso dengan Karang Taruna, yang bertujuan untuk memberdayakan pelaku ekonomi kreatif lokal, khususnya kuliner, dengan memberikan platform untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen di ruang publik.
“Disamping itu, dalam kegiatan ini digelar pula pertunjukan seni budaya, sanggar Ekraf dan lainnya, termasuk adanya ruang ekspresi dan edukasi, mewarnai, serta wahana hiburan keluarga,” jelas Dading, Senin (24/3/2025).
Menurut Dading, gelaran Pasar Raya Ramadhan bertujuan untuk mendorong interaksi antara pelaku ekonomi kreatif, pemerintah, dan masyarakat luas. Juga untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap ekonomi kreatif di kalangan masyarakat.
Konsepnya sendiri, kata Dading, didasarkan pada ide bahwa ruang publik dapat menjadi tempat yang efektif untuk menampilkan kreativitas masyarakat, mempromosikan produk lokal, sekaligus menjadi tempat edukasi dan menjadi daya tarik wisata kuliner.
Kenapa mengambil lokasi alun-alun desa, karena termasuk dalam 10 program unggulan kami melalui Program Penataan Alun-alun Desa Sebagai Daya Tarik Wisata (Nata Daya). Sehingga bisa menarik wisatawan serta pembeli, baik dari wilayah terdekat, atau mungkin saja dari masyarakat terluar.
“Dengan mengadakan kegiatan di alun-alun, diharapkan terjadi interaksi langsung antara pelaku ekonomi kreatif, khususnya wisata kuliner, dan produk lainya yang dapat meningkatkan penjualan, sekaligus memperluas jaringan pemasaran,” kata Dading. (Yud’s)

