Cirebon – Di tengah dinamika global yang kian tidak menentu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cirebon bersama Korps Alumni HMI (KAHMI) Cirebon menggelar sebuah perhelatan strategis bertajuk “Indonesia Kita 2026: Arah Ekonomi, Peta Politik, dan Peran Strategis di Tengah Ketegangan Global”. Bertempat di Sapadia Hotel Cirebon, pada Sabtu (14/03/2026).
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon periode 2025-2026, Muh. Akramul Farhan menerangkan, acara seminar yang dirangkaikan dengan agenda buka puasa bersama ini menjadi wadah konsolidasi gagasan antar-elemen bangsa.
Seminar ini menghadirkan panelis lintas sektoral yang memberikan perspektif tajam mengenai kesiapan daerah menghadapi tantangan nasional di tahun 2026, diantaranya, Dandim 0614/Kota Cirebon, dengan pokok bahasan Perspektif Keamanan, menekankan pentingnya stabilitas teritorial sebagai pondasi utama pertumbuhan ekonomi. Beliau menyoroti bahwa ketahanan pangan dan kondusivitas wilayah adalah kunci agar investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan meski di tengah tensi global.
KBO Satreskrim Polres Cirebon Kota (Ciko), mengupas tentang Stabilitas Kamtibmas, dimana esensinya memaparkan strategi preventif kepolisian dalam menjaga keamanan siber dan fisik, guna memastikan iklim usaha di Cirebon tetap kompetitif dan aman bagi para pelaku ekonomi.
Kebijakan & Legislasi disampaiakn Perwakilan dari DPRD Kabupaten Cirebon, yang membedah proyeksi peta politik 2026. Dalam narasinya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan legislatif dengan kebutuhan riil pasar agar pertumbuhan ekonomi daerah selaras dengan target nasional.
Sedangkan, Kadispora Kabupaten Cirebon yang mengutarakan Pemberdayaan Pemuda, mengajak para kader HMI untuk mengambil peran aktif dalam ekonomi kreatif. Beliau menegaskan bahwa pemuda bukan sekadar objek politik, melainkan subjek ekonomi yang harus siap dengan skill manajerial dan inovasi untuk bersaing di level internasional.
“Seminar ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya HMI untuk tetap berada di garda terdepan dalam mengawal isu-isu strategis bangsa. Kami ingin memastikan bahwa kader HMI dan alumni KAHMI memiliki kompas yang jelas dalam menavigasi arah ekonomi dan politik Indonesia ke depan. Kesan saya, kolaborasi lintas instansi hari ini membuktikan bahwa Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak stabilitas nasional jika kita bergerak bersama,” ujar Farhan.
Menutup rangkaian acara dengan khidmat, HMI dan KAHMI Cirebon menunjukkan sisi humanis organisasi melalui aksi nyata. Kegiatan tidak hanya berakhir pada tataran wacana intelektual, tetapi juga diimplementasikan melalui penyaluran santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penyerahan santunan ini menjadi simbol bahwa perjuangan HMI, sebagaimana nafas organisasinya tidak akan pernah lepas dari pengabdian kepada umat dan bangsa. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa, mempererat tali silaturahmi antara alumni (KAHMI) dan kader aktif di wilayah Cirebon. (Karim Pamela)

