Kuningan – Sejumlah kebijakan strategis kementerian yang baru, salah satunya terkait perubahan paradigma wajib belajar disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti.
Hal itu diungkapkan Abdul Mu’ti saat menghadiri Refleksi Milad Muhammadiyah ke-113, serta secara khusus meresmikan TK Labschool Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan, dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD ‘Aisyiyah Kuningan, yang berlokasi di Kampus 1 UM Kuningan, Jalan Cigugur, No. 28 B, pada Sabtu (20/12/2025).
“Kami memulai program Wajib Belajar 13 Tahun, bukan dimulai dari SD, melainkan dari Taman Kanak-kanak (TK). Target kami ke depan adalah minimal terdapat satu TK di setiap desa,” ungkap Abdul Mu’ti.
Di acara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kuningan bersama UM Kuningan dan dihadiri sejumlah tokoh penting, diantaranya Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra H. Rokhmat Ardiyan, Rektor UM Kuningan Wawang Anwarudin, jajaran Forkopimda, serta civitas akademika Muhammadiyah itu Mendikdasmen juga memberi kabar terkait perluasan Program Indonesia Pintar (PIP).
“Mulai tahun 2026, penerima PIP tidak hanya siswa SD hingga SMK, tetapi juga mencakup anak-anak TK. Nilainya sekitar Rp450.000 per tahun untuk sekitar 888.000 penerima di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, diterangkan Abdul Mu’ti, bahwa Kemendikdasmen telah menyiapkan beasiswa bagi guru PAUD dan SD yang belum berpendidikan D4 atau S1 dengan besaran bantuan Rp 3 juta per semester.
Sementara, Rektor UM Kuningan, Wawang Anwarudin, dalam sambutannya mengatakan, jika peresmian TK Labschool dan SD ‘Aisyiyah merupakan kado istimewa pada Milad Muhammadiyah ke-113. Dan dia berharap, fasilitas tersebut mampu mencetak generasi yang berkarakter dan berkemajuan.
“Kami berharap kehadiran Bapak Menteri menjadi penguat sinergi antara pemerintah dan persyarikatan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Semoga tahun depan kami juga bisa mendapatkan kado berupa peresmian Hall Sport Center,” katanya.
Dilain pihak, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang konsisten berinvestasi dalam “jalan sunyi” pendidikan.
“Ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi investasi peradaban. Pemkab Kuningan memiliki visi yang sejalan, salah satunya melalui Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Gunung Ciremai untuk menanamkan cinta lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Dian juga menyinggung potensi pertanian ubi jalar Kuningan yang diharapkan dapat bersinergi dengan program ketahanan pangan nasional.
Acara ditutup dengan peninjauan fasilitas sekolah. Gedung TK Labschool yang baru diresmikan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri karena dinilai estetik dan ramah anak, dilengkapi taman sayuran serta kolam ikan sebagai sarana edukasi berbasis alam. (redaksi)

