Kuningan – Kuningan Fair 2025, atau masyarakat Kuningan lebih akrab mengenalnya dengan sebutan Pameran Pembangunan yang tahun ini diselenggarakan oleh PT Greenlite Kreasi Abadi, tak hanya akan menampilkan berbagai capaian pembangunan, tetapi juga mengetengahkan konsep exhibition, promotion, edutainment, music, bazar dan busines.
Menurut Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, agenda tahunan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dan Hari Jadi ke-527 Kabupaten Kuningan tersebut akan dilangsungkan di Open Space Gallery (OSG) Linggarjati, mulai tanggal 30 Agustus hingga 9 September 2025, dan tanpa menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD).
“Kuningan Fair 2025 digelar tanpa menggunakan APBD, dan akan dilaksanakan selenggarakan oleh PT Greenlite Karya Abadi, yang memenangkan tender Beauty Contest Pemilihan Mitra Kerja Sama Pemanfaatan Aset (KSP) melalui regulasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), yaitu Perbup No.1/2024, Permendagri No. 7/2024 dan PP No. 28/2020,” ujar Dian, dalam acara sosialisasi penyelenggaraan Kuningan Fair yang melibatkan perangkat daerah, instansi vertikal, dunia swasta dan media, Rabu (13/08/2025).
Meski begitu, Dian meyakini penyelenggaraan acara akan lebih baik, dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena akan disemarakan oleh pihak swasta dan para pelaku ekonomi kreatif, melalui kemasan yang lebih menghibur.
“Penyelenggaraan Kuningan Fair tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tentu akan lebih banyak diisi oleh pihak swasta dan ekonomi kreatif. Karenanya saya ingin lebih berbobot, tetapi tetap menghibur masyarakat,” ucap Dian.
Dan untuk lebih menghidupkan perhelatan Kuningan Fair 2025 Dian meminta, agar para kepala perangkat daerah (Kepala dinas/badan dan camat) dapat mendorong mitra kerja di lingkup SKPD nya masing-masing untuk turut serta memasang stand di acara tersebut.
“Misalnya, Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata yang memiliki kewenangan di bidang pariwisata, dapat mendorong pelaku usaha pariwisata seperti zam-zam pol, Arunika, Botanika, Woodland dan lain-lain, untuk memasang stand agar dapat memasarkan pariwisata unggulan kuningan lebih massive lagi,” imbuhnya.
Begitu pula dinas lainya, seperti Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, yang memiliki kewenangan di bidang UMKM dan perdagangan, dapat mendorong pelaku UMKM unggulan agar ditampilkan di stand Kuningan Fair.
“Atau misalnya para camat, dapat mendorong dunia usaha, ekonomi kreatif, atau desa-desa unggulan untuk turut serta memeriahkan Kuningan Fair dengan ke-khasan-nya masing-masing,” tandasnya. (Yud’s)

