Kuningan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan merilis Infografis Kebencanaan periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, Jumat (3/7/2026).
Selama enam bulan pertama 2026, tercatat 146 kejadian bencana yang tersebar di 30 kecamatan dan 96 desa di wilayah Kabupaten Kuningan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, merinci jenis bencana tersebut didominasi tanah longsor dengan 97 kejadian. Kemudian disusul cuaca ekstrem 18 kejadian, bangunan ambruk 15 kejadian, kebakaran rumah/bangunan 8 kejadian, banjir 7 kejadian, serta 1 kasus orang hanyut.
“Total ada 146 kejadian bencana dalam satu semester. Tanah longsor masih jadi yang paling sering terjadi karena faktor curah hujan dan kondisi geografis Kuningan yang berbukit,” ujar Indra saat ditemui di Kantor BPBD, Jumat pagi.
Indra menjelaskan, rentetan bencana itu mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, dan 400 jiwa terdampak/menderita.
Untuk kerusakan infrastruktur, BPBD mencatat 17 rumah rusak berat, 18 rumah rusak sedang, 30 rumah rusak ringan, 67 rumah terancam, dan 165 rumah terendam.
“Data ini kami himpun dari laporan perangkat desa, relawan, dan hasil asesmen tim di lapangan. Kerusakan terparah umumnya akibat longsor dan banjir,” tambah Indra.
Memasuki semester II 2026, BPBD mengimbau masyarakat Kuningan tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama longsor dan cuaca ekstrem.
“Kami minta warga segera melapor jika ada tanda-tanda bencana atau jika bencana sudah terjadi. Laporan cepat ke BPBD atau call center 112 akan mempercepat penanganan,” tegas Indra.
BPBD Kuningan menyatakan terus berkoordinasi dengan BMKG, TNI/Polri, dan relawan untuk mitigasi serta respons darurat di daerah rawan bencana. (Redaksi)

