Bandung – Jawa Barat tercatat menjadi wilayah rekor tertinggi kasus keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan jumlah kejadian lebih dari 2000 kasus.
Seperti yang terjadi baru baru ini di Bandung Barat, otoritas kesehatan setempat melaporkan jumlah korban keracunan yang datang ke Posko KLB Keracunan MBG, Kecamatan Cipongkor lebih dari 1.000 orang, pada Kamis siang (25/9/2025).
Hal itu diperkuat dengan keterangan dari Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotima, bahwa jumlah korban pada kasus keracunan yang dirangkum sejak Senin hingga Kamis kemarin lebih dari 1.000 korban.
“Angka ini dinamis, karena masih ada sejumlah korban yang mendatangi Posko KLB keracunan MBG Cipongkor, tempat para korban ditangani,” ujar Yuyun.
Diperolah keterangan berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan BPOM, jumlah kasus mencapai lebih dari 5.000 penderita di seluruh Indonesia, dan 2.012 di antaranya berasal dari Jawa Barat.
Menyikapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, salah satu penyebab keracunan adalah jumlah layanan yang tidak seimbang dengan tenaga pelayan, serta distribusi makanan yang menempuh jarak jauh.
“Bahkan, ada makanan yang dimasak dini hari namun baru disajikan siang hari, sehingga kualitas makanan rentan bermasalah. Untuk itu, kami akan segera mengevaluasi vendor penyedia MBG di wilayah kami,” ucap Dedi.
Menurut Dedi, pekan depan pihaknya berencana akan bertemu dengan para pengelola MBG se-Jawa Barat untuk evaluasi secara menyeluruh. Dan tak akan segan-segan menghentikan vendor MBG yang tidak mampu bekerja dengan baik.
“Seharusnya dengan program ini anak anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Namun, dengan kejadian ini, meski tidak ada korban jiwa, akan menimbulkan trauma bagi anak anak,” tandasnya. (Yud’s)

