KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Detik-detik mencekam menyelimuti Dusun Puhun yang masih gelap gulita. Api mengamuk hebat melahap sebuah rumah di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Minggu dini hari. Seorang petani lanjut usia berusia 70 tahun nyaris menjadi korban dalam insiden tersebut.
Peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah milik Raswa bin Natasualna (70), warga Dusun Puhun RT 18 RW 4 Desa Mekarwangi itu terjadi pada Minggu (20/9/2026), sekitar pukul 04.00 WIB.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, S.E., membenarkan kejadian tersebut.
Teriakan di Subuh Buta, Tetangga Nekat Terobos Kobaran Api
Kronologi dramatis bermula saat saksi mata, Samsudin (36), seorang buruh harian lepas yang merupakan tetangga korban, mendengar suara berisik mencurigakan dari luar rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat keluar, Samsudin terkejut melihat rumah tetangganya sudah dalam kondisi terbakar hebat. Tanpa pikir panjang, ia berteriak meminta bantuan warga lain dan nekat menerobos masuk ke dalam rumah yang sudah dilalap api untuk menyelamatkan sang pemilik rumah.
“Aksi heroik saksi yang menyelamatkan korban menjadi kunci tidak adanya korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Andri.
Laporan kemudian diteruskan ke petugas. Pelapor atas nama Ai Sunandar menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 04.22 WIB.
Petugas bergerak cepat. Laporan diterima pada pukul 04.26 WIB, dan tim berangkat menuju lokasi pada pukul 04.33 WIB.
“Jarak TKP yang cukup jauh dari Mako menjadi hambatan kami. Tim tiba di lokasi pukul 04.55 WIB,” jelas Andri.
10 Personel dan 2 Randis Dikerahkan, Api Diduga dari Radio Tua
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Sebanyak 10 anggota dan Kepala Damkar dengan 2 kendaraan Randis KR4 berjibaku selama satu jam melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar padam pada pukul 05.55 WIB.
Pemadaman dilakukan bersama anggota Polsek Lebakwangi, petugas PLN, aparat desa, dan warga setempat yang bahu-membahu.
Hasil pemeriksaan di lokasi (pulbaket) mengungkap sumber petaka yang tak terduga.
“Menurut keterangan saksi di lokasi, api bermula dari atas kamar depan yang kemudian merembet ke ruangan lainnya. Diduga kebakaran berasal dari aliran arus pendek 1 unit radio yang sudah lama tidak digunakan namun masih dalam keadaan tersambung ke aliran listrik,” ungkap Andri.
Kerugian Capai Rp 82,6 Juta, Rumah 54 Meter Persegi Rata dengan Tanah
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material yang dialami korban tidak sedikit. Bangunan rumah semi permanen berukuran 6×9 meter persegi ludes terbakar.
Berdasarkan estimasi resmi UPT Damkar, total kerugian mencapai Rp 82.600.000, dengan rincian:
- Bangunan 6×9 meter: Rp 64.800.000
- 2 Lemari kayu jati: Rp 3.000.000
- 1 unit Kursi sudut: Rp 2.000.000
- 3 Ranjang: Rp 4.000.000
- 1 unit Kulkas: Rp 2.000.000
- 1 unit TV slim 21 inch: Rp 2.500.000
- 1 unit Radio: Rp 300.000
- 1 unit Bufet: Rp 3.000.000
- Peralatan rumah tangga: Rp 1.000.000
Pihak Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama mencabut peralatan elektronik yang sudah tidak digunakan namun masih terhubung dengan stopkontak untuk mencegah korsleting yang berujung pada kebakaran. (Redaksi)

