KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Detik-detik mencekam terjadi di Pondok Pesantren Ar-Rahman. Seekor ular King Kobra raksasa sepanjang 3,5 meter dengan bisa mematikan menyusup masuk ke dalam lemari pondok dan membuat puluhan santri ketakutan, Sabtu (19/9/2026) sore.
Ular predator paling berbisa di dunia itu bersembunyi di jantung asrama, di Kampung Karang Sari RT 10 RW 03, Dusun Pahing, Desa Rambatan, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang menggegerkan warga tersebut.
Teror bermula dari laporan seorang warga bernama Sutinah yang memergoki pergerakan mencurigakan di dalam pondok milik Ust. Abdurohman.
Ia kemudian melaporkan kepada Diana Sandi. Saat diperiksa, alangkah terkejutnya mereka, seekor King Kobra hitam pekat dengan panjang melebihi tinggi pintu, melingkar tenang di bawah lemari santri.
“Ularnya sangat besar, kepalanya sudah mengembang. Tidak ada yang berani mendekat karena kami tahu itu King Kobra, rajanya ular berbisa,” ungkap Diana Sandi, pelapor kejadian, dengan nada masih gemetar.
Panik melanda pesantren. Pihak pesantren akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan profesional.
Pukul 15.10 WIB, laporan darurat masuk ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Tanpa menunggu lama, 10 menit kemudian, pukul 15.20 WIB, Regu 2 piket yang terdiri dari 4 personel terbaik langsung tancap gas menuju lokasi yang cukup jauh di pedalaman Ciniru.
Medan yang sulit membuat tim baru tiba di lokasi pada pukul 16.40 WIB.
Apa yang mereka hadapi bukan ular biasa. King Kobra 3,5 meter adalah monster sesungguhnya. Dengan bisa neurotoksik yang mampu membunuh gajah dan manusia hanya dalam 30 menit, setiap gerakan salah bisa berakibat fatal.
Operasi senyap pun dimulai. Dengan peralatan penjepit khusus dan penuh kehati-hatian tingkat tinggi, 4 petugas Damkar harus beradu mental dengan sang raja ular yang sesekali berdiri dan mendesis keras.
Hampir satu jam, tepatnya hingga pukul 17.20 WIB, pertarungan menegangkan itu berakhir. King Kobra raksasa berhasil dilumpuhkan dan dievakuasi dengan selamat.
Petugas menduga, ular raksasa tersebut berasal dari area kebun dan hutan di belakang pondok pesantren yang memang masih rimbun dan menjadi habitat alami reptil buas.
“Estimasi kerugian nihil. Ular diduga keluar dari kebun belakang pesantren untuk mencari mangsa,” tulis laporan resmi UPT Damkar Satpol PP Kuningan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, S.E. menegaskan, hambatan utama dalam operasi ini adalah ukuran ular yang sangat besar dan tingkat bisa yang sangat tinggi, sehingga anggota harus bekerja ekstra hati-hati.
Kini, King Kobra tersebut telah diamankan oleh petugas Damkar Kuningan untuk selanjutnya dilepasliarkan jauh dari pemukiman warga.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi warga Kuningan, khususnya yang tinggal di dekat area kebun dan persawahan, untuk selalu waspada di musim pancaroba yang menjadi musim kawin dan aktifnya ular berbisa.
“Jika menemukan ular berbisa, jangan mencoba menangkap sendiri. Segera hubungi Call Center Damkar Kuningan. Satu gigitan King Kobra bisa merenggut nyawa,” pesan Andri. (Redaksi)

