Ilustrasi: Potret editorial Sam Bimbo dengan latar Masjid Salman ITB dan lanskap pegunungan Kuningan.
Jurnalinformasi, Feature – Pernyataan bahwa Sam Bimbo berasal dari Kabupaten Kuningan, Jawa Barat adalah benar. Sosok bernama lengkap Raden Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah ini lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 6 Mei 1942. Ia merupakan anak pertama dari 7 bersaudara dan kelak menjadi pendiri sekaligus pemimpin grup musik legendaris Bimbo.
Tak banyak yang tahu, Sam adalah lulusan Seni Rupa ITB tahun 1968. Jejak keseniannya bahkan mengantarnya menggelar pameran tunggal di Indonesia dan Bangkok pada era 1970-an, sebelum namanya abadi di belantika musik.
Dari Masjid Salman ITB, Lahir Sebuah Mahakarya
Sejarah musik religi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari satu lagu: “Tuhan”. Lagu ini diciptakan Sam Bimbo pada tahun 1973, terinspirasi dari khotbah Jumat yang ia dengarkan di Masjid Salman ITB.
Dalam sebuah peringatan Dies ITB, Sam sendiri mengenang momen itu: “Terbesitlah kalimat ‘Tuhan tempat aku berteduh’, yang kemudian ditulisnya menjadi lagu berjudul ‘Tuhan’, dan menginisiasi genre baru dalam dunia seni musik pop, yaitu musik pop islami/religi”.
Dirilis pertama kali pada era 1970-an, lagu “Tuhan” menjadi tonggak. Untuk pertama kalinya, musik pop Indonesia berani bicara tentang Tuhan dengan lirik puitis, sederhana, dan sangat personal — bukan dengan gaya qasidah tradisional, melainkan pop yang lembut dan universal. Lagu ini menggambarkan kelemahan manusia yang selalu membutuhkan tempat bersandar dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta.
Dari “Tuhan” inilah, julukan sebagai kelompok musik religius melekat pada Bimbo, dan membuka jalan bagi album-album qasidah dan pop religi ikonis.
Bimbo: Lebih dari Sekadar Grup Religi
Bimbo yang dibentuk sekitar tahun 1966-1967 atas nama yang diberikan sutradara TVRI Hamid Gruno, awalnya adalah grup musik bersaudara: Sam, Acil, Jaka, dan kemudian bergabung adik perempuan mereka Iin Parlina. Mereka dikenal dengan harmonisasi vokal yang khas dan lirik puitis bernuansa spiritual.
Sepanjang kariernya, Bimbo telah merilis sekitar 800 lagu dalam 200 album. Kreativitas mereka tak terbatas: pop, keroncong, dangdut, hingga kritik sosial seperti lagu “Antara Kabul dan Beirut” dan “Surat untuk Reagan dan Brezhnev”.
Namun bagi publik, Bimbo tetap identik dengan Ramadan. Lagu-lagu seperti Tuhan, Sajadah Panjang, dan Rindu Rasul menjadi karya abadi yang dikenang lintas generasi.
PROFIL SINGKAT SAM BIMBO
Nama Asli: Raden Muhamad Syamsudin Dajat Hardjakusumah / Raden Muhammad Samsudin Dajat Hardjakusumah
Nama Panggung: Sam Bimbo
Tanggal Lahir: 6 Mei 1942
Tempat Lahir: Kuningan, Jawa Barat
Peran: Pendiri dan pemimpin grup musik Bimbo
Pendidikan: Sarjana Seni Rupa ITB, lulusan 1968
Gelar Kehormatan: Doktor Honoris Causa dari ITB (2022) atas dedikasi pada seni dan budaya
Keluarga: Putra sulung dari 7 bersaudara, ayah dari sutradara ternama Mira Lesmana dan Aditya Bimbo
DAFTAR LAGU RELIGI LEGENDARIS CIPTAAN / POPULER SAM BIMBO & BIMBO
Tuhan (1973) – Mahakarya pertama yang mengawali genre pop religi Indonesia.
Sajadah Panjang – Kolaborasi dengan Taufiq Ismail, refleksi hidup dan kematian.
Rindu Rasul – Lagu ciptaan Sam Bimbo & Taufiq Ismail yang menjadi legenda.
Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya
Lailatul Qadar
Puasa
Bulan Ramadan
Mari Bergembira dan Warisan
Hingga hari ini, lebih dari 50 tahun sejak pertama kali dinyanyikan, lagu “Tuhan” tetap menjadi lagu yang paling sering diputar setiap memasuki bulan suci Ramadan. Dari sebuah masjid kampus di Bandung, seorang putra Kuningan telah memberi Indonesia sebuah tempat untuk berteduh — lewat nada. (Redaksi)

