Kuningan – Setelah sukses mengharumkan nama Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bahkan Indonesia di kancah dunia cabang olahraga atletik, dengan prestasi pemecah rekor nasional nomor dasalomba (decathlon) putra, dan loncat tinggi, Alif Muhammad Baskar kini mulai menekuni dunia bisnis.
Dan tidak tanggung-tanggung, dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun, usaha peternakan ayam petelur yang dikelola bujangan kelahiran Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, tahun 2000 dengan lebel MBS Farm ini mampu menembus omzet puluhan juta rupiah.
Kepada jurnalinformasi.com Alif menuturkan, meski sejak kecil oleh ayahnya Agus Syamsudin yang merupakan pelatih klub atletik Cilimus Atletik Club (CAC) dibentuk menjadi atlet atletik sejati, sehingga hampir seluruh nomor dari cabang olahraga atletik dia kuasai, tetapi dalam jiwanya tumbuh pula dengan kuat naluri bisnis, terutama dagang.
“Ya naluri dagang dalam diri saya memang begitu kuat, serta saya juga bercita-cita menjadi pengusaha besar. Didasari keinginan itu, saya kumpulkan hasil dari setiap kejuaran atletik, seperti dari bonus dan lainya untuk modal usaha,” ujar Alif.
Adapun usaha yang dibidik, kata Alif, adalah peternakan ayam petelur. Sehingga, selepas musim pamdemi covid, atau tepatnya pada tahun 2022, dengan modal Rp. 30 jutaan, Sarjana Administrasi Publik Universitas Moestopo Jakarta lulusan tahun 2022 ini memulai bisnis tersebut.
“Pertama kali saya membuat kandang pemeliharaan ayam, memanfaatkan lahan di belakang rumah, untuk kapasitas populasi 100 ekor, dengan biaya sekitar Rp. 30 juta,” katanya.
Dalam perjalanannya, setelah mengalami perkembangan pesat, Alif-pun meningkatkan jumlah kandang dengan membuat area peternakan di lahan baru, bermodalkan sekitar Rp. 300 juta-an, dari hasil keuntungan perputaran pemasaran.
“Setelah peminat telur semakin melonjak, dan dari setiap keuntungan yang didapat saya tabung, sekaligus diputar kembali untuk menambah jumlah ayam, akhirnya saya bisa membangun kandang di lahan baru, dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 250 hingga Rp 300 jutaan,” ucap Alif.
Alif menjelaskan, untuk pangsa pasar dari usaha yang digelutinya tersebut, tidak hanya bersifat lokalan, tetapi sudah merambah kebeberapa pasar di Kabupaten Kuningan, seperti pasar Darma, bahkan skala paling jauh hingga Indramayu, Cikijing, serta sempat juga ke daerah Jakarta.
“Untuk lokal sendiri, hampir 50 hingga 80 persen pasar, hotel dan restoran yang ada di Kecamatan Cilimus dan sekitarnya kebutuhan telurnya disuplai dari peternakan kami,” jelas Alif.
Alif mengaku, dukungan dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, saudara, kerabat, juga teman lah yang selama ini mampu terus memompa motivasi perkembangan usahanya. Disamping itu, dia juga tidak lupa, karena misi dan visi hidupnya ingin bermanfaat bagi orang lain, maka dalam pengelolaan bisnisnya Alif memberdayakan tenaga kerja dari orang-orang yang ada disekitarnya, mulai tetangga satu desa, serta dari desa lain yang masih berada di Wilayah Kecamatan Cilimus.
“Saat ini ada 7 orang yang bekerja di bisnis saya, tiga diantaranya merupakan warga Desa Kaliaren, dan empat lainnya dari desa-desa yang ada di Kecamatan Cilimus,” terangnya.
Diungkapkan Alif, meski saat ini dirinya lebih konsen dalam dunia usaha, tetapi tidak melupakan arena olahraga yang telah membesarkan namanya, sehingga jika daerah, baik kabupaten atau provinsi membutuhkan kemampuannya, dia sangat siap.
“Meski Saat ini sedang menekuni dunia bisnis, untuk dunia atletik sendiri tetap jalan, ya meskipun 80 persen sedang fokus di dunia usaha. Karena ini untuk tujuan masa depan, atau mempersiapkan masa depan saya pribadi. Namun saat daerah tempat saya tinggal, atau negara membutuhkan saya siap, baik secara performa, dan tenaga masih ok kok. Juga untuk skill pun tidak hilang sebagai atlet tuh, karena memang latihan masih tetap berjalan,” ungkapnya.
Dipenghujung ceritanya, Alif juga menegaskan, jika dirinya juga berkeinginan untuk melakukan regenerasi atlet atletik di Kuningan, dan itu kembali sesuai misi visi hidupnya yang ingin bermanfaat bagi sesama. Dan regenerasi tersebut dilakukan dengan tenaga, pikiran, dan lainya.
“Kuningan kan dikenal dengan lumbung atlet atletik. Jadi mungkin tidak berlebihan, jika saya telah berhasil di bidang usaha, sebagai atlet atletik saya berkeinginan melakukan regenerasi, dengan perhatian secara tenaga, materi, dan lainnya. Yang terpenting masih bisa melakukan yang terbaik bagi daerah tempat saya tinggal,” tutur Alif. (Yud’s)

