KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Universitas Kuningan (Uniku) menggelar Wisuda Sarjana dan Magister Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Student Center Iman Hidayat, Kampus I Uniku, Rabu (12/8/2026).
Wisuda kali ini tidak sekadar seremoni pelepasan. Uniku menegaskan momentum ini sebagai titik tolak baru: dari ruang kelas menuju panggung pengabdian.
Pesan paling kuat justru datang dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Di hadapan ratusan wisudawan, ia menegaskan bahwa tumpukan gelar tak pernah menjadi garis finis.
“Jangan pernah mengukur keberhasilan dengan deretan gelar. Yang terpenting adalah seberapa besar manfaat ilmu yang telah kita raih untuk masyarakat,” tegas Dian dalam sambutannya.
Bupati Dian secara blak-blakan menyinggung realitas lapangan kerja. Dengan kondisi fiskal pemerintah yang kian terbatas, ia menyebut ruang di sektor birokrasi tidak akan pernah cukup untuk menampung semua lulusan.
Karena itu, ia menantang para wisudawan Uniku untuk membalik mindset: dari pencari kerja menjadi pencipta kerja.
“Coba ubahlah mindset kita menjadi: pekerjaan apa yang akan saya ciptakan? Atau berapa orang yang akan saya ajak untuk tumbuh bersama dan berkembang?” ujarnya.
Menurutnya, Kuningan hari ini membutuhkan generasi pemberani yang siap menjadi pengusaha, inovator, profesional, birokrat, hingga petani modern. Keberanian menciptakan peluang, kata dia, adalah kontribusi nyata seorang sarjana untuk daerahnya.
Di tengah dorongan untuk melompat jauh ke depan, Dian menyelipkan pesan yang paling menyentuh: jangan pernah tercerabut dari akar.
Ia mengisahkan pertemuannya sesaat sebelum acara dimulai dengan seorang nenek petani asal Desa Patala. Dengan langkah sederhana dan penuh bangga, sang nenek mengantarkan cucunya yang diwisuda hari itu dan bercita-cita menjadi guru.
Kisah itu menjadi penutup pesannya.
“Jangan pernah berhenti membuat orang tua kalian bangga. Kalau suatu hari nanti menjadi orang penting, sukses, berhasil, jangan lupa bahwa kesuksesan itu tumbuh dari akar yang bernama keluarga. Dari doa ayah, dari doa ibu, dari pelukan ayah, dari pelukan ibu,” ucapnya.
“Kampus boleh saja memberikan gelar, tetapi kehidupanlah yang akan memberikan ujian, dan di sanalah kualitas seorang sarjana akan dibuktikan.”
Sementara, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menuturkan, bahwa wisuda adalah penanda dimulainya babak baru. Bukan akhir, melainkan pintu masuk menuju dunia kerja, masyarakat, dan kehidupan berbangsa.
Ia juga memaparkan capaian mahasiswa yang menurutnya menjadi bukti daya saing Uniku.
Di kancah internasional, mahasiswa Uniku menorehkan prestasi di kompetisi bahasa, sastra, inovasi, desain, fotografi, pidato, hingga business plan. Di bidang olahraga dan seni, prestasi datang dari pencak silat hingga Marching Band Bahana Sang Adipati yang menyabet sejumlah gelar juara.
Di jalur inovasi dan kewirausahaan, mahasiswa Uniku mengantongi pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta lolos seleksi nasional PPK Ormawa. Bahkan, Tim Fakultas Ilmu Komputer berhasil menembus Top 800 Nasional dalam ajang Hackathon Digdaya x PIDI 2026.
“Ini bukti mahasiswa Uniku mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional,” kata Anna.
Penguatan institusi juga terus digenjot. Uniku menerima hibah Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi dan resmi membuka Program Studi Pendidikan Dasar jenjang Magister.
Untuk kewirausahaan, Inkubator Bisnis Kewirausahaan Uniku meraih predikat A dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, predikat yang hanya diraih 17 perguruan tinggi di Indonesia.
Dari sisi mutu akademik, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang Sarjana berhasil meraih Akreditasi Unggul.
Komitmen internasionalisasi pun diperkuat. Sebanyak enam mahasiswa FKIP telah mengikuti PPL internasional di Thailand, sementara lebih dari 30 mahasiswa dari FKIP, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan mengikuti magang internasional di Jepang dan Taiwan.
“Program internasionalisasi ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen Universitas Kuningan untuk membuka wawasan global mahasiswa tentang dunia kerja, sekaligus membekali mereka dengan pengalaman, kompetensi, dan daya saing yang setara dengan standar internasional,” tutur Rektor.
Pada wisuda kali ini, Uniku juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik. IPK tertinggi jenjang Magister diraih Nila Alifah dengan IPK sempurna 4,00, sementara IPK tertinggi jenjang Sarjana diraih Afiva Dwi Putri dengan IPK 3,97.
Apresiasi juga diberikan kepada lulusan termuda, tertua, lulusan dengan masa studi tercepat, serta tiga wisudawan yang berulang tahun tepat di hari wisuda.
Capaian tersebut menegaskan satu hal: keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dihitung dari jumlah lulusan, tetapi dari kualitas, prestasi, dan kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah kampus. (Redaksi)

