MALANG, JAWA TIMUR, JURNALINFORMASI.COM – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak terus digencarkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 66 menggelar kegiatan Psikoedukasi Stop Bullying di SDN 4 Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa kelas I hingga VI ini berlangsung dengan antusias. Bukan sekadar sosialisasi, psikoedukasi dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, permainan edukatif, hingga sesi diskusi kelompok.
Program ini menjadi salah satu fokus pengabdian masyarakat KKN MAs 66 yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter. Para siswa diajak untuk tidak hanya menghafal definisi, tetapi benar-benar memahami apa itu bullying, mengenali bentuk-bentuknya — mulai dari verbal, fisik, hingga perundungan siber — serta dampak serius yang ditimbulkan bagi korban.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa mengejek nama orang tua, mengucilkan teman, atau mengambil bekal teman secara paksa itu termasuk bullying. Hal kecil yang sering dianggap bercanda, bisa melukai mental teman,” jelas salah satu pemateri dari KKN MAs 66 dalam sesi tersebut.
Melalui pendekatan yang menyenangkan, siswa juga dilatih membangun budaya pertemanan positif: saling menghargai perbedaan, peduli, dan berani saling mengingatkan jika melihat potensi perundungan di sekitarnya.
Koordinator Desa (Kordes) KKN MAs Kelompok 66, Fahmi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menegaskan kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memutus mata rantai perundungan di lingkungan sekolah dasar.
“Melalui psikoedukasi ini, kami ingin memberikan pemahaman fundamental kepada seluruh siswa mengenai pentingnya menghargai sesama serta mencegah terjadinya bullying. Harapan besar kami, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berempati, saling mendukung, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi semua,” ujar Fahmi.
Antusiasme siswa terlihat saat sesi permainan edukatif yang menuntut kerja sama tim dan kejujuran. Para guru SDN 4 Baturetno pun mengapresiasi program ini karena dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di dalam kelas. Nilai-nilai anti-bullying yang ditanamkan diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Program ini menjadi wujud nyata implementasi tema KKN MAs 2026, “Mengabdi, Berkarya, Berdampak”, yang berkomitmen menghadirkan program berdampak nyata serta berkontribusi membentuk generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama. (Izzatun Nawawi)

