Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menyalurkan bantuan stimulan kepada ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di tiga pusat kuliner ikonik daerah tersebut. Bantuan Semester I Tahun 2026 diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. kepada para pedagang di kawasan Puspa Langlangbuana, pada Minggu (19/7/2026) malam.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto menjelaskan, sebanyak 249 PKL yang tersebar di kawasan Puspa Siliwangi, Puspa Langlangbuana, dan Puspa Taman Kota tercatat sebagai penerima manfaat pada periode ini. Dan setiap pedagang menerima bantuan stimulan sebesar Rp600.000 per orang. Bantuan tersebut setara Rp100.000 per bulan selama enam bulan dan disalurkan melalui Bank Kuningan.
Toni menyebutkan, jumlah penerima tahun ini telah melalui proses verifikasi ketat. Pemkab melakukan evaluasi hingga tiga kali untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Penerima yang ditetapkan benar-benar merupakan pedagang yang masih aktif beraktivitas. Harapannya, bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para PKL untuk terus mengembangkan usahanya,” jelas Toni.
Selain bantuan stimulan, Pemkab Kuningan juga fokus pada penataan fisik kawasan kuliner. Toni mengungkapkan penataan Puspa Langlangbuana telah selesai dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak swasta tanpa membebani APBD.
Model kolaborasi serupa akan segera diterapkan di Puspa Siliwangi. Kawasan tersebut akan dipercantik dengan penambahan fasilitas penunjang seperti pencahayaan, taman, dan elemen estetika. Sementara penataan Puspa Taman Kota akan dilakukan secara bertahap.
Dalam arahannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengakui bahwa perekonomian nasional dan daerah masih menghadapi tantangan yang berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan penataan yang dilakukan pemerintah bukan untuk menggusur, melainkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih layak.
“Penataan ini bukan berarti meminggirkan, justru memanusiakan. Supaya kawan-kawan PKL bisa berdagang dengan lebih layak, nyaman, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan,” tegas Bupati Dian.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Kuningan mengupayakan pembenahan kawasan melalui skema sponsor dari swasta. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi pedagang dan pengunjung.
“Memang tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk empati dan kehadiran pemerintah di tengah keterbatasan yang ada. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik untuk memperbaiki sarana usaha, menambah menu baru maupun meningkatkan kualitas pelayanan,” ucap Bupati.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menitipkan dua pesan penting bagi para PKL. Pertama, soal kebersihan kawasan yang harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas.
“Kebersihan jangan hanya mengandalkan petugas. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kalau tempatnya bersih, masyarakat akan nyaman datang dan menikmati kuliner di kawasan ini,” ujarnya.
Kedua, soal adaptasi usaha. Bupati meminta pedagang untuk meningkatkan keramahan pelayanan, inovasi produk, hingga memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
“Selain dagangannya enak, pelayanannya juga harus ramah. Sekarang masyarakat juga melihat kebersihan, pelayanan, hingga tampilan usaha,” tutur Dian.
Kegiatan penyerahan buku tabungan stimulan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., serta jajaran perangkat daerah terkait.
Menjelang berbagai agenda besar daerah yang diprediksi akan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kuningan, Bupati juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk melibatkan PKL di setiap kegiatan pemerintah agar dampak ekonominya dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. (Redaksi)

