Kuningan – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan kembali menghadirkan inovasi baru bagi kemudahan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan (Adminduk) tanpa harus mengantre di perkantoran, bahkan bisa sambil berwisata, dengan nama program “Dukcapil Tamasya” (Update Data Masyarakat).
Dengan dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wawan Setiawan, mewakili Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, jajaran Disdukcapil, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Camat Jalaksana, mitra kerja, serta tamu undangan lainnya, program “Dukcapil Tamasya” secara resmi diluncurkan di kawasan wisata Zam-Zam Pool, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (23/5/2026).
Kepala Disdukcapil Yudi Nugraha memaparkan bahwa peluncuran layanan administrasi kependudukan berbasis jemput bola itu menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan suasana yang lebih nyaman, terbuka, dan membahagiakan.
“Inovasi Dukcapil Tamasya ini merupakan wujud transformasi pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga menghadirkan pengalaman layanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” papar Yudi.
Target dari inovasi tersebut menurut Yudi, meningkatnya kemudahan akses layanan administrasi kependudukan, mendorong tertib administrasi masyarakat, meningkatkan efektivitas pelayanan, sekaligus memperkuat budaya kerja aparatur yang profesional dan humanis.
Dan dipilihnya kawasan wisata sebagai lokasi peluncuran, sebagai simbol bahwa pelayanan publik dapat hadir di ruang-ruang aktivitas masyarakat, tidak terbatas di kantor pemerintahan, sehingga warga dapat memanfaatkan layanan administrasi kependudukan dengan suasana yang lebih santai dan nyaman.
“Melalui program ini, pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kuningan diharapkan semakin dekat, mudah dijangkau, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat, mengurus dokumen sambil menikmati suasana wisata,” ujar Yudi.
Sementara, Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar dalam arahannya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Wawan Setiawan menyampaikan, bahwa dokumen kependudukan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan dasar.
Mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga layanan perbankan, seluruhnya membutuhkan kelengkapan administrasi kependudukan.
Program Dukcapil Tamasya ini, kata Wawan, diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendekatkan pelayanan langsung ke tengah masyarakat. Karena, Pemkab Kuningan berkeinginan membangun budaya pelayanan yang responsif, jemput bola, humanis, serta berbasis kemudahan dan kepastian layanan.
“Kami mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan inovasi ini, agar manfaat pemutakhiran data kependudukan dapat dirasakan secara merata,” tuturnya. (Redaksi)

