Kuningan – Tidak hanya karena diperkuat pemain Timnas Bambang Bayu Saptaji atau yang akrab disapa BBS, namun persiapan matang melalui pelatihan intensif selama kurang lebih tiga bulan, menjadi bukti keseriusan Proton FC turun tandang menjadi duta Kabupaten Kuningan, sekaligus Provinsi Jawa Barat di ajang Pro Futsal League 2 (PFL 2).
Presiden Proton FC Toni Indra Gunawan mengungkapkan hal itu di sela prosesi seremonial pelepasan secara resmi tim futsal kebanggaan masyarakat Kuningan untuk berlaga pada PFL 2, kompetisi futsal kasta kedua Indonesia, Musim Pertandingan 2025/2026 yang resmi bergulir pada April hingga Juli 2026 oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar, di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Sabtu (6/4/2026).
Rangkaian persiapan dilakukan melalui training center di Bandung dan DKI Jakarta, serta sejumlah laga uji coba melawan klub-klub yang berada satu level di atas Proton FC. Langkah tersebut diambil untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus menguji kesiapan mental para pemain.
“Langkah kami tidak setengah-setengah dalam mempersiapkan tim ini, mulai dari latihan intensif, uji coba dengan klub level atas, hingga penguatan mental bertanding. Ini bagian dari ikhtiar kami agar Proton FC benar-benar siap bersaing di level nasional,” ungkap Toni.
Semangat yang selalu ditanamkan, kata Toni, adalah kebanggaan terhadap daerah, karena Proton FC hadir bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga membawa misi besar untuk mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di kancah nasional.
“Apa yang selalu disampaikan Pak Bupati menjadi motivasi kami, yakni bagaimana klub ini bisa membanggakan daerah dan mengibarkan nama Kuningan di pentas nasional,” katanya.
Toni mempertegas, bahwa berkat dukungan para sponsor, mitra, pemerintah daerah, stakeholder olahraga, serta seluruh masyarakat telah mengantarkan Proton FC tak hanya menjadi satu-satunya wakil dari Kabupaten Kuningan, tetapi juga Jawa Barat.
Sementara, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Proton FC bukan sekadar klub olahraga, melainkan representasi daerah yang membawa harapan besar masyarakat Kuningan di tingkat nasional.
“Proton FC ini bukan hanya klub, tapi duta daerah. Di pundak para atlet melekat nama besar Kabupaten Kuningan yang harus dijaga dan dibanggakan,” tegasnya.
Kebanggaan-pun diakui Bupati Dian, atas kerja keras manajemen, pelatih, dan para atlet yang telah melalui proses panjang dan penuh disiplin dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi nasional tersebut, hingga mampu menembus PFL 2.
“Capaian Proton FC ini merupakan hasil dari perjuangan yang tidak instan. Tidak ada prestasi yang datang tiba-tiba. Semua diraih dengan kerja keras, keringat, bahkan mungkin air mata. Insya Allah itu akan terbayar dengan prestasi yang membanggakan,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, 3 pesan penting untuk para atlet diutarakan Bupati Dian, di antaranya menjaga sportivitas dalam setiap pertandingan. Menjaga kesehatan serta fokus pada instruksi pelatih. Serta, menjaga nama baik daerah sebagai bentuk tanggung jawab moral di kancah nasional.
“Dan yang terpenting adalah kekompakan tim dalam olahraga futsal yang mengedepankan kolektivitas. Tidak ada pemain yang lebih besar dari tim. Semua harus satu tujuan, satu semangat, satu kekuatan,” ujarnya.
Di akhir kalimatnya, Dian meminta para atlet untuk siap menghadapi tekanan dan menjadikannya sebagai bagian dari proses menuju kematangan. Mengingat, kompetisi di tingkat nasional akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar, baik dari segi teknis maupun mental.
“Perjalanan menuju prestasi tidak selalu mulus. Akan ada tekanan, tantangan, bahkan kegagalan. Tapi dari situlah mental juara dibentuk. Berangkatlah dengan semangat juang yang tinggi. Kami semua mendoakan. Pulanglah dengan membawa kebanggaan untuk Kuningan,” tutur Dian. (Redaksi)

