Kuningan – Seakan sudah suratan, sejak mengawali karier menjadi bagian dari pegawai di lingkup Pemerintah Daerah Kuningan, atau sejak masih berstatus honorer hingga secara resmi dilantik Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M. Si sebagai Kepala Bidang (Kabid), amanah yang diemban Nana Suhendra, M.Pd selalu kental berhubungan dengan para jurnalis, atau wartawan.
Dalam prosesi alih tugas dan pengukuhan jabatan ASN eselon III, bersama 150 pejabat administrator lainnya yang berlangsung di Kebun Raya Kuningan (KRK), pada Selasa (6/1/2026), dengan disaksikan Wabup Hj. Tuti Andriani, SH, M.Kn, Sekda Kuningan Uu Kusmana, S.Sos, M.Si, Nana mendapat kepercayaan sebagai Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan.
Namun, nampaknya hal itu juga bak garis horizontal membentang dalam rangkaian kisah perjalanan hidup Nana, yang sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, disela-sela waktunya membantu sang ayah sebagai loper Koran. Dimana, tiap selepas subuh Nana muda harus menanti kiriman Koran HU Bandung Pos, lalu menyusunnya terlebih dahulu sebelum diedarkan, bersama majalah Mangle.
Bersama ayahnya, Nana membawa koran di atas sepeda motor Yamaha L2G untuk diantar ke pelanggan, mulai perumahan hingga kantor pemerintahan, dari Setda, dinas, kecamatan, sampai KCD Pendidikan dan sejumlah UPTD di wilayah kecamatan hingga mencapai Darma, Luragung, dan Cilimus.
Cuaca kerap menjadi tantangan. Hujan deras bukan alasan untuk berhenti, sebab koran harus sampai tepat waktu. Disitulah Nana belajar tentang berharganya sebuah informasi.
“Kalau telat sedikit saja, pelanggan menggerutu. Katanya informasinya sudah basi. Dari situ saya paham, informasi bernilai jika disampaikan tepat waktu,” kenangnya.
Pengalaman itu juga memperkenalkan Nana pada dunia jurnalistik dan para wartawan. “Waktu itu ada Pak Emsul, Pak Wawan Junior, Pak Jarwo, Pak Ondin, Pak Lukmanto, Pak Anton, Pak Maman Bom, dan Pak Yayat yang dikenal Pak Yayat Lauk. Mereka yang mengenalkan peran jurnalistik, bahkan diantaranya masih ada yang aktif hingga sekarang,” ujarnya.
Kenangan bersama ayahnya pun membekas kuat, saat sesekali makan sop di sela rehat mengantarkan koran, sang ayah kerap memberikan potongan daging kepadanya dengan alasan hanya menyukai kuah. “Mungkin itu cara orang tua, mendahulukan kebutuhan anak,” katanya lirih.
Nilai kehidupan tertanam melalui nasihat sang ayah, disampaikan di sela mengantar koran. Dalam bahasa Sunda, pesan itu mengajarkan kerendahan hati, kasih sayang kepada keluarga, menjaga hubungan persaudaraan dan di tempat kerja, serta berserah diri kepada Allah SWT.
Pesan ayahnya yaitu, sing hampang birit, ulah adigung ku payung butut, sing nyaah ka awak sorangan, nyaah ka indung, sing akur jeung dulur, jeung sing bisa nitipkeun diri. Ka nu saluhureun kudu hormat, kanu sahandapeun kudu ngahargaan.
Sing yakin tur rosa muntang ka Gusti Allah SWT dina keur aya, jeung eweuhna. Wayahna diajar peurih sangkan jadi peurah. Sing inget nurut ka tuduh, ngaula ka pagah, jeung ngadenge ka carek sangkan taya mamalana.
Selepas lulus SMA tahun 2000, Nana mulai bekerja sebagai tenaga honorer di Bagian Humas Setda Kabupaten Kuningan pada masa Bupati Arifin Setiamihardja. Adapun sebagian kecil tugasnya mengantarkan koran ke setiap bagian. Delapan tahun kemudian, ia diangkat menjadi PNS.
Pada 2021, Nana mendapat amanah sebagai Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Kramatmulya. Namun dunia komunikasi kembali memanggilnya setelah tujuh bulan. Ia kemudian bertugas di Diskominfo Kuningan sebagai Sub Koordinator Kemitraan dan Komunikasi Media, berlanjut sebagai Pranata Humas di Bidang IKP, hingga akhirnya dipercaya menjadi kepala bidang tersebut.
Sebagai Kabid IKP, Nana menjelaskan layanan publik yang dikelola, di antaranya penyediaan informasi cepat dan akurat melalui rilis berita di kuningankab.go.id, penguatan kemitraan media massa, layanan PPID, penanganan informasi hoaks, SP4N-LAPOR, serta Lapor Kuningan Melesat bersama Bidang Aptika.
“Termasuk peningkatan literasi digital masyarakat, publikasi OPD, dan publikasi media sosial pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers. “Terima kasih kepada rekan media yang terus membangun Kuningan melalui pemberitaan yang berimbang. Semoga sinergi ini terus terjaga,” ucapnya.
Menurut Nana, profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, tetapi perjuangan dengan berbagai tantangan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Di sela kesibukan nya, Nana tetap gemar membaca dan menulis. Buku fiksi, nonfiksi, hingga sejarah menjadi teman setia. “Fiksi melatih empati, nonfiksi mengasah logika dan analisis,” ujarnya.
Nana juga mengutip pesan Bupati Kuningan, bahwa pemimpin harus memberi teladan, menginspirasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, serta mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Nana hidup bersama istri Ely Herlina, S.SIP dan dua anaknya, Aura Ilma Lychandra yang menempuh pendidikan di UNY jurusan Pendidikan Berkebutuhan Khusus, serta Aira Ilmi Lychandra di SMAN 1 Kuningan.
Kepada anaknya, Nana berpesan sebagaimana Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, “Tidak ada kekayaan yang lebih utama daripada akal, tidak ada keadaan yang paling menyedihkan daripada kebodohan, dan tidak ada warisan yang lebih baik daripada pendidikan.”
Sementara itu, atas amanah jabatan yang diterimanya, Nana menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. atas kepercayaan yang diberikan. Seraya berikrar, akan berusaha optimal menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab dan integritas, untuk memberikan pelayanan yang berdampak bagi Kuningan Melesat.
“Terima kasih juga buat orang tua, keluarga, para sahabat, para guru, pimpinan, rekan, dan mitra kerja. Mohon doanya dalam menjalankan amanah ini. Karena amanah adalah ujian. Bismillahirrahmanirrahim,” tutur Nana. (redaksi)

