Kuningan – Sineas asli putra daerah Kabupaten Kuningan kembali membuat heboh jagat perfilman Indonesia dengan menghadirkan film pendek berjudul “RAFA (Cinderamata Dari Kuningan)”, sebuah karya sinematik yang memperkenalkan sosok anak muda inspiratif bernama Rafa Al Fattah, sekaligus mengangkat fotret keindahan alam dan budaya Kabupaten Kuningan.
Bahkan, menurut Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Industri Pariwisata (Inpar) Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Dading Fajarudin, film pendek yang sangat memikat, karena isinya sarat akan pesan edukasi dalam balutan drama bernuansa romantis misteri ini, tak hanya sang sutradara yang notabene putra daerah, namun tim kreatifnya juga didominasi para talenta keren asal Kuningan.
Dading menjabarkan, semua itu datang dari sebuah mimpi kecil dan harapan, serta kewajiban dirinya sebagai abdi negara, yang merasa bahwa pemerintah harus hadir, sekaligus menjadi fasilitator, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif.
“Serta datang dari ide-ide kreatif untuk menemukan solusi bagaimana pariwisata Kuningan bisa membuka jendela dunia agar dikenal luas melalui cinderamata dari Kuningan. Sehingga pada tahun 2024 Bidang Ekraf membuat hampir 12 inovasi, dan salah satu kegiatannya yaitu malaksanakan kegiatan pelatihan cinemathograpy dalam rangka mencari sineas-sineas muda berbakat Kuningan,” ujar Dading, Kamis (26/7/2025).
Hasilnya, kata Dading, saat ini dunia perfilmanan di Kuningan mengalami peningkatan yang sangat membanggakan. Beberapa rumah produksi, atau PH telah lama lahir di kabupaten Kuningan. Seperti Rumah Film Afandi, Mega Citra Kreasi, Bens Subagja, Morplay, Anak Langit Ciremai, serta Forum Film Kuningan.
“Menariknya lagi, salah satu aktor nasional, yakni kang Ence Bagus berada di Kabupaten Kuningan. Dan hasil dari upaya ini terbukti dengan banyak diraihnya penghargaan dalam bidang film, baik dikancah nasional, maupun internasional, dimana semua itu terlahir dari karya putra terbaik Kuningan,” kata Dading.
Dading memandang, kondisi ini menjadi spirit bagi generasi muda, terutama sineas-sineas Kuningan untuk terus mengasah diri agar menjadi bagian dari perjalanan rintisan Kuningan menuju “Kabupaten Film”. Meski ntuk mewujudkan harapan ini, tentunya memerlukan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, termasuk dengan berbagai elemen masyarakat, komunitas, akademisi, pengusaha, media, serta pemerintah sebagai pemangku kebijakan.
“Dan sudah barang tentu, kami pastinya sangat mendukung pada semangat yang dimiliki generasi muda untuk menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Kuningan ini,” ucapnya.
Dijelaskan Dading, saat ini peran digitalisasi dan media sosial sangat memberikan ruang, juga angin segar bagi pengembangan, serta promosi yang efektif. Sehingga pihaknya merasa disitu ada sebuah celah bagaimana sektor pariwisata, seni dan budaya bisa terpromosikan melalui film pendek. Seraya berharap, industri film juga bisa membuka lapangan kerja bagi sineas-sineas Kuningan.
“Film pendek ini bisa digunakan sebagai media promosi dalam berbagai kebutuhan, baik periklanan atau lainnya. Ke depan kami merencanakan untuk membuat Festival Film Kuningan, dengan harapan kegiatan ini bisa lebih memantik sineas-sineas muda untuk terus membuat karya karya hebat. Dan terbaru kami sedang mencoba bekerja sama dengan rumah produksi untuk mengangkat sebuah film pendek promosi wisata. Semoga kedepan bisa terlahir karya-karya baru yang bisa mengikuti karya-karya yang sudah hebat sebelumnya,” tutur Dading. (Yud’s)

