KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Kecamatan Luragung kembali membuktikan dominasinya di sepak bola Kuningan. Luragung sukses mempertahankan gelar juara Bupati Cup 2026 setelah menaklukkan Kecamatan Ciawigebang lewat drama adu penalti pada laga final di Stadion Mashud Wisnusaputra Kuningan, Selasa [1/9/2026] sore.
Laga final berlangsung ketat dan panas sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif saling jual-beli serangan. Namun hingga 2×45 menit waktu normal usai, skor kacamata tak berubah. Pemenang pun harus ditentukan lewat tos-tosan dari titik putih.
Drama adu penalti berlangsung menegangkan disaksikan ribuan penonton yang memadati stadion. Luragung akhirnya keluar sebagai pemenang dan mengangkat trofi Bupati Cup untuk kedua kalinya secara beruntun.
Laga final ini disaksikan langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekda Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Ketua PSSI Kuningan Beni Prihayatno, M.Si., Manajer PESIK Kuningan Nono Sujono, serta Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia [KSPSI] yang juga Penasehat / Staf Khusus Kapolri Bidang Ketenagakerjaan dan Presiden ASEAN Trade Union Council [ASEANTUC] 2026-2028, Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H.
Fanatisme Luar Biasa: 10 Bus Suporter Luragung Padati Stadion
Kemenangan Luragung disambut euforia pemain, ofisial, dan suporter di tribun. Bagi masyarakat Luragung, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi identitas.
Camat Luragung Deni Komara, S.IP., M.Si., mengatakan dukungan untuk tim sangat masif dari semua elemen.
“Alhamdulillah, Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, semuanya sangat mendukung. Memang di Luragung, bola itu nomor satu. Fanatismenya luar biasa,” ujar Deni.
Besarnya dukungan terlihat dari rombongan suporter yang memadati Kuningan. Sedikitnya 10 bus dikerahkan untuk mengantar pendukung Luragung ke stadion.
“Walaupun sekarang kita dibatasi kendaraan, antusias penonton tidak menyurutkan anak-anak Luragung untuk menyaksikan dan akhirnya juara lagi,” katanya.
Deni menyebut, kunci keberhasilan Luragung adalah pembinaan yang konsisten dan berjenjang. Selain mengandalkan Sekolah Sepak Bola [SSB] yang aktif di berbagai kelompok usia, Luragung juga memiliki kompetisi internal, Porgal Cup, sebagai kawah candradimuka pemain muda.
“Pembinaan kita rutin. Dari segi usia, alhamdulillah kita dari SSB selalu ada,” jelasnya.
Untuk menjaga motivasi, manajemen juga memberikan bonus di setiap pertandingan, termasuk bonus khusus usai memastikan gelar juara Bupati Cup 2026.
Bupati: 5 Talenta Muda Masuk Radar PESIK Kuningan
Bupati Cup 2026 bukan hanya soal trofi. Ajang ini menjadi etalase talenta muda berbakat Kuningan.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku terpukau dengan kualitas pemain muda yang tampil sepanjang turnamen. Ia bahkan telah menginstruksikan manajemen PESIK Kuningan untuk memantau langsung.
“Saya bangga, semakin hari talenta muda Kuningan keren. Tadi saya lihat pemain terbaiknya bagus, saya sudah instruksikan manajer untuk direkrut,” ujar Bupati Dian.
Menurutnya, ada 4 hingga 5 pemain potensial dari Luragung dan Ciawigebang yang layak memperkuat PESIK Kuningan.
“Nomor 11, nomor 21 dari Luragung, dan dari Ciawi tadi juga ada. Keren! Saya catat ada empat sampai lima orang yang pantas masuk skuad PESIK,” ungkapnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya sportivitas, tidak hanya dari pemain tetapi juga dari penonton. Menurutnya, turnamen yang digelar rutin akan mendewasakan semua pihak.
“Jangan menuntut sportif itu dari pemain saja, tapi penonton juga. Kalau sudah kita biasakan rutin, Bupati Cup ini sampai tahun ketiga, tahun keempat, insyaallah sudah semakin tertib. Dan akan terbentuk nanti suporter PESIK yang semakin militan,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan Luragung dan Ciawigebang sama-sama juara.
“Saya kira dua-duanya juara hari ini, mungkin Dewi Fortuna kurang beruntung saja. Selamat kepada Luragung dan Ciawigebang, dan selamat juga kepada juara 3 dan juara 4,” tuturnya.
Hadiah Bupati Cup 2027 Naik, Penonton Minta Tetap Gratis
Kemeriahan Bupati Cup 2026 juga tak lepas dari dukungan Andi Gani Nena Wea. Ia mendorong agar gelaran tahun depan tetap gratis untuk penonton demi menjaga animo masyarakat.
“Tahun depan juga harus gratis, karena antusiasnya lebih bagus kalau gratis. Luar biasa sekarang penonton, saya tidak tahu berapa ribu tadi,” kata Andi Gani.
Tak hanya itu, Andi Gani juga mengumumkan kenaikan hadiah untuk Bupati Cup 2027.
“Semoga Bupati Cup 2027 makin luar biasa. Hadiah tahun depan ditambah sama Bang Andi: Juara 1 Rp25 juta, Juara 2 Rp20 juta, Juara 3 Rp15 juta! Biar semangat dan semakin bangkit sepak bola di Kuningan,” ujarnya.
Ia berharap kemajuan sepak bola diikuti cabang olahraga prestasi lain di Kuningan, seperti bola voli yang saat ini berlaga di Kejurda di Bekasi.
Persib Legend Menang 3-1 atas Forkopimda hingga Hadiah Umrah
Sebelum laga final, penonton disuguhi laga ekshibisi antara Forkopimda Kuningan melawan Persib Legend. Pertandingan yang berlangsung santai namun menghibur itu dimenangkan Persib Legend dengan skor 3-1. Bupati Kuningan bahkan turun langsung bermain bersama para legenda Persib.
Rangkaian Bupati Cup 2026 merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.
Panitia juga menyiapkan kejutan bagi penonton dengan doorprize gratis berhadiah kulkas, motor listrik, hingga sepeda motor Honda Beat. Hadiah paling istimewa adalah paket perjalanan umrah dari Andi Gani Nena Wea yang disambut riuh penonton.
Gelar juara yang kembali diraih Luragung menjadi penutup manis Bupati Cup 2026. Lebih dari sekadar perebutan trofi, turnamen ini diharapkan menjadi fondasi pembinaan berkelanjutan untuk mengangkat sepak bola Kuningan agar mampu menjadi kiblat sepak bola di Jawa Barat bagian timur. (Redaksi)

