KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Pandapa Paramarta, Kompleks Stadion Kuningan, pada Selasa (1/9/2026) malam. Mereka larut dalam kemeriahan Hiburan Rakyat Spektakuler yang menjadi salah satu puncak peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.
Acara yang mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” itu berlangsung meriah, tertib, dan kondusif. Sejumlah artis papan atas turut memeriahkan panggung, di antaranya Charly Van Houten, Yono Idol, Sondri & Sandro Karamoy, Rudi Nugraha, dan komedian Bedu.
Hadir langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Ketua TP PKK Hj. Ela Helayati, Sekretaris Daerah U Kusmana, S.Sos., M.Si., Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Sekda Kota Cirebon, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, BUMD, dan insan pers.
Antusiasme warga bahkan membuat pembawa acara terpukau.
“Ini luar biasa ramainya. Selama ini keliling di hari jadi kota, tidak seperti di Kuningan, ramai sekali, walaupun bukan di malam hari libur,” ujar MC dari atas panggung.
Bupati: Membangun Kuningan Butuh Dukungan Semua Warga
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum syukur dan memperkuat kebersamaan membangun daerah.
“Wilujeng Milad Kuningan anu ka-528. Insyaallah urang sami-sami ngadoakeun Kuningan supados langkung maju, langkung berkah, ditebihkeun tina sagala bencana, nyandak kamajengan,” ungkap Bupati Dian disambut riuh warga.
Ia menegaskan, pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.
“Doakeun yeuh, abdi sareng Ibu Wakil Bupati, bade ngawangun Kuningan teu tiasa maksimal upami teu didukung ku sadaya wargi masyarakat Kabupaten Kuningan,” tuturnya.
Sementara Wakil Bupati Tuti Andriani menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat dan meminta doa agar jajaran pemerintahan diberi kekuatan menjalankan amanah.
“Doakeun Pak Bupati sing sehat, panjang yuswana, berkah tiasa ngabangun Kabupaten Kuningan. Masyarakatna sejahtera,” kata Tuti.
Sekda: Hiburan Rakyat untuk Pererat Silaturahmi dan Dongkrak Ekonomi
Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-528, Sekda Kuningan U Kusmana menjelaskan, hiburan rakyat digelar dengan empat tujuan utama: memeriahkan hari jadi, memberikan hiburan gratis bagi masyarakat, mempererat silaturahmi pimpinan dan warga, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi kerakyatan.
Ia menyebutkan, rangkaian Hari Jadi tahun ini telah berjalan sejak pertengahan Agustus. Beberapa agenda yang telah terlaksana antara lain:
- Turnamen Bupati Cup, dengan Kecamatan Luragung sebagai juara pertama dan Ciawigebang juara kedua.
- Gerakan Sauyunan Miara Makam, perawatan makam leluhur yang akan dirutinkan setiap bulan.
- Haul Syekh Maulana Akbar, Maulid Nabi, Istigasah dan Tablig Akbar pada 26 Agustus 2026.=
- Ziarah ke 21 makam leluhur dan mantan bupati, serta ziarah rutin ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon pada 31 Agustus 2026.
- Rapat Paripurna di DPRD Kuningan yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dilanjutkan laga ekshibisi Persib Legend vs Forkopimda Plus.
Rangkaian Agenda Masih Berlanjut
Sekda U Kusmana menambahkan, masih banyak agenda yang akan digelar hingga akhir pekan:
1. Khitanan Massal – 3 September 2026 di RSU Linggarjati.
2. Ciremai Coffee Culture – 4-6 September 2026, menggantikan pameran pembangunan. Puluhan brand kopi lokal dan nasional akan dihadirkan dengan panggung musik lokal.
3. Seba Saptuan dan Babarit – 5 September di kawasan Pendopo dan Jalan Siliwangi.
4. Melesat Run – 6 September pagi dengan berbagai hadiah menarik.
5. Bupati Saba Lembur – Program silaturahmi Bupati ke desa-desa, diawali di Kecamatan Subang dan Mandirancan, dengan layanan publik Kuningan SIP dan hiburan warga.
6. Karnaval Budaya – Menjadi penutup rangkaian dengan konsep baru yang mengangkat sejarah kerajaan dan perjalanan Kuningan, melibatkan seluruh SKPD, camat, ormas, dan masyarakat umum.
Kemeriahan di Pandapa Paramarta malam itu menjadi bukti kuatnya ikatan antara pemerintah dan masyarakat. Ribuan warga menikmati hiburan gratis dalam suasana gembira, menjadi energi kolektif untuk mewujudkan Kuningan yang melesat mengejar zaman, namun tetap berakar kuat pada jati diri dan sejarah. (Redaksi)

