Cirebon, Jurnalinformasi – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini diwujudkan Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 38 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) bersama Komunitas Anak Negeri Cinta Literasi (KANCIL). Keduanya menggelar Perpustakaan Keliling (Perkling) di MI Islamiyah Desa Jatimerta, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Senin (3/8/2026).
Mengusung tema “Membaca: Jendela Dunia, Bekal Masa Depan Gemilang”, program ini tak sekadar membawa tumpukan buku, melainkan menghadirkan ruang belajar alternatif yang menyenangkan bagi anak-anak desa.
Pantauan di lokasi, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu disambut antusias puluhan siswa-siswi MI Islamiyah. Mereka bebas memilih buku bacaan anak sesuai minat, membaca bersama, hingga mengikuti sesi mendongeng interaktif bersama relawan KANCIL dan mahasiswa KKN.
Suasana belajar yang biasanya kaku di dalam kelas, berubah menjadi hangat dan penuh tawa. Literasi diperkenalkan bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai permainan yang membangun karakter.
“Kami tidak ingin membaca dicap sebagai aktivitas membosankan,” kata Nur Asyiyyah Jamilah, relawan KANCIL. “Ketika anak diberi ruang untuk membaca, berdiskusi, dan bermain sambil belajar, mereka akan lebih mudah jatuh cinta pada buku.”
Pendekatan itu dilengkapi dengan diskusi isi buku, motivasi literasi, serta permainan edukatif untuk mengasah daya pikir, konsentrasi, kreativitas, dan kepercayaan diri anak.
Perwakilan Kelompok KKN 38 UINSSC, Dwi Purnama Asri, menegaskan bahwa Perkling merupakan program kerja unggulan yang sengaja dirancang untuk menjawab keterbatasan akses bacaan di Desa Jatimerta.
“Melalui Perpustakaan Keliling ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan. Literasi adalah bekal penting untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dwi.
Ia berharap, kolaborasi dengan KANCIL menjadi langkah nyata mendekatkan buku kepada anak-anak, sehingga semangat membaca tumbuh berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah.
Founder Komunitas Anak Negeri Cinta Literasi (KANCIL), Andi Nugraha, menambahkan, akses terhadap bacaan berkualitas adalah hak setiap anak.
“Perpustakaan Keliling hadir bukan hanya membawa buku, tetapi juga membawa semangat belajar dan rasa ingin tahu. Kebiasaan membaca harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat ada kegiatan,” tegas Andi.
Pihak MI Islamiyah Jatimerta mengapresiasi penuh kolaborasi tersebut. Menurut pihak sekolah, kehadiran perpustakaan keliling memberikan pengalaman belajar baru yang efektif dan menjadi pemicu bagi siswa untuk lebih gemar membaca.
Kegiatan yang berlangsung lancar hingga siang itu ditutup dengan sesi foto bersama. Antusiasme siswa yang tak surut hingga akhir acara menjadi bukti bahwa strategi jemput bola dengan menghadirkan buku secara langsung masih menjadi cara paling efektif menumbuhkan minat baca.
Sinergi antara perguruan tinggi, komunitas literasi, dan sekolah ini diharapkan menjadi ekosistem belajar berkelanjutan di Desa Jatimerta, sehingga budaya membaca tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan tumbuh sebagai kebiasaan positif untuk melahirkan generasi cerdas dan kreatif. (Ade Muis)

