Kuningan – Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan Dading Fajarudin menilai, kediran artis ibu kota Ucok Baba ke Kuningan, yang memulai kunjungannya dengan berwisata kuliner mencicipi nasi liwet khas Saung Karuhun, kemudian menemui Bupati H. Dian Rachmat Yanuar beserta istri di Pendopo, pada Jumat (8/5/2026), merupakan salah satu langkah upaya dalam mempromosikan pariwisata.
“Pariwisata Kuningan terus bergerak, upaya mempromosikan wisata Kuningan merupakan hal yang penting, seiring dengan indikator kinerja utama Disporapar, yakni meningkatnya jumlah tingkat kunjungan wisata. Dan salah satu realisasi dari upaya tersebut dengan hadirnya Ucok Baba,” ucap Dading.
Kepada Ucok Baba, kata Dading, Bupati Dian memberikan informasi beragam pariwisata Kuningan, dari mulai Kebun Raya Kuningan, Talaga Biru, Gedung Perundingan Linggarjati, Cibulan, Waduk Darma hingga wana wisata Palutungan. Juga tidak lupa memperkenalkan makanan khas Kuningan, seperti kasreng, peuyeum, opak bakar, gemblong dan lainnya.
“Pada kesempatan itu Ucok Baba mengaku, jika dirinya merasa salut, sekaligus memberikan apresiasi kepada Bupati Kuningan, karena dengan segala kesederhanaan serta bangganya senantiasa menyediakan makanan khas produk lokal tersebut di ruang Bupati, untuk dihidangkan pada para tamu yang datang. Hal ini menjadi bukti kuat, jika beliau sangat mencintai makanan khas Kuningan,” kata Dading.
Selain itu, lanjut Dading, Bupati Dian juga membeberkan visi misi Kuningan Melesat. Dan sebelum beranjak dari pendopo, Bupati Dian menceritakan tentang sejarah angklung yang disertai pemberian oleh-oleh khas Kuningan, juga pin angklung, yang langsung disematkan pada Ucok Baba, sebagai tamu kehormatan.
Dading membeberkan, selesai bertamu Bupati Kuningan, dengan didampingi dirinya melanjutkan perjalanan ke Tugu Angklung. Dan di lokasi itu, Ucok mengungkapkan perasaan terkesannya pada tugu tersebut, karena menurutnya, merupakan pengingat kepada generasi muda, tentang budaya dan kearifan budaya lokal yang tumbuh dan besar di Kuningan.
“Selain kaget, Ucok Baba juga mengaku kagum, karena ternyata angklung lahir dari rahim Kuningan. Dan Tugu Angklung itu berdiri megah sebagai pintu gerbang pariwisata di kaki Gunung Ciremai,” tutur Dading.
Mewakili Kepala Disporapar Kuningan, Dading menegaskan, upaya seperti itu merupakan bagian langkah nyata pihak Disporapar untuk terus mengangkat potensi wisata, sekaligus mempromosikan Kuningan ke pentas dunia. Teriring harapan, ke depan pihaknya juga mempunyai strategi pengembangan potensi dan promosi wisata berbasis teknologi dan transformasi digital.
“Di samping itu, kolaborasi antar-stakeholder juga menjadi kunci kemajuan pariwisata Kuningan. Saya optimis pariwisata Kuningan semakin melesat,” tandasnya. (Yud’s)

