Kuningan – Keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan 84 pelajar SMAN 1 Luragung mendapatkan perawatan di Puskesmas, pada Kamis (2/10/2025), menjadi sorotan khusus dari Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Bahkan demi keamanan dan keselamatan, Bupati Dian menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyalur MBG ke SMAN 1 Luragung sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh, diantaranya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan yang telah menurunkan tim investigasi epidemiologi, serta mengamankan sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium Provinsi Jawa Barat.
“Langkah ini diambil, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemerintah Kabupaten akan memperketat pengawasan, mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan makanan, supaya benar-benar sesuai standar,” ungkap Dian.
Menurut Dian, Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar distribusi makanan, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk menyiapkan generasi emas Indonesia. Dan program tersebut adalah amanah besar yang tidak boleh dipandang sebagai formalitas, melainkan komitmen moral.
“MBG adalah program mulia dan harus kita amankan bersama. Jangan sampai program sebesar ini terjebak hanya pada administrasi dan profit semata. Program ini untuk anak-anak kita, masa depan kita, dan masa depan bangsa. Jika gizinya terjamin, maka kecerdasannya terjaga, dan bila kecerdasannya terjaga, maka peradaban akan melesat,” ujarnya.
Dian menegaskan, bahwa keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak adalah hal yang utama. Dia tidak ingin mendengar ada lagi anak Kuningan yang sakit akibat kelalaian, untuk itu dihimbau agar SPPG Penyalur MBG memperhatikan kualitas menu, serta memenuhi standar gizi.
“Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, adalah hal yang utama. Terima kasih kepada semua pihak yang sigap menangani, semoga evaluasi ini menjadi perbaikan besar ke depan,” tandasnya. (Yud’s)

