PNS Berprestasi KATEGORI INOVATIF - 3
Kuningan – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan gerak cepat (Gercep) berikan perhatian, dengan penyaluran bantuan pada Solehudin (40), pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) olahan pangan tempe yang mengalami musibah kebakaran, hingga bangunan pabrik ludes tidak tersisa, pada Rabu malam (13/8/2025), silam.
Dikatakan Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah, kehadiran untuk memberikan santunan kepada Solehudin, warga Rt. 08/04, Dusun 4, Desa Babakanjati, Kecamatan Cigandameka tersebut menunjukkan komitmen pihaknya dalam mendampingi dan melindungi pelaku usaha pangan lokal.
“Kami hadir mengunjungi sekaligus memberikan santunan kepada Sahabat Solehudin, pelaku UMKM olahan pangan sekaligus anggota Banser, yang baru saja mengalami musibah kebakaran pabrik tempe miliknya, sebagai bukti kami hadir saat mereka membutuhkan perhatian kami,”kata Wahyu, yang juga merupakan Kasatkorcab Banser Kabupaten Kuningan, di lokasi kejadian, Kamis (14/8/2025).
Menurut Wahyu, kehadirannya tidak hanya sebagai pimpinan organisasi sosial, tetapi juga sebagai pembina sektor pangan daerah. Kunjungan ini menjadi wujud nyata kepedulian Diskatan terhadap pelaku UMKM, khususnya produsen pangan olahan berbasis kedelai seperti tempe, yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan lokal.
“Solehudin adalah contoh pelaku UMKM yang menghidupi keluarga dan masyarakat lewat pangan bergizi. Ketika ujian seperti ini datang, peran pemerintah adalah hadir, mendampingi, dan membantu agar usaha dapat bangkit kembali,” ujar Wahyu.
Wahyu berharap, kehadirannya yang didukung solidaritas masyarakat itu, menjadi dorongan semangat bagi Solehudin untuk kembali membangun usahanya. Sekaligus mengingatkan, bahwa musibah merupakan ujian, namun persaudaraan dan kepedulian adalah kekuatan terbesar untuk kebangkitan itu.
“Banser Kuningan membuktikan, baik di medan bakti maupun di tengah duka, mereka akan selalu berdiri tegak untuk umat, bangsa, dan sahabat seperjuangan. Kami percaya, dari abu yang tersisa akan tumbuh kembali tekad dan rezeki yang lebih baik,” tutur Wahyu.
Perisitiwa kebakaran itu sendiri terjadi pada Rabu malam, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga dan pemberitaan media, api diduga berasal dari korsleting listrik pada lampu penghangat tempe. Bangunan produksi berukuran 7 × 10 meter, beserta seluruh peralatan dan stok produksi, ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp66 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. (Yud’s)

