Penulis : Budi Hidayah Ketua Garda Pemuda Demokrasi Indonesia (GARPUDI) Kabupaten Kuningan
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di Kabupaten Kuningan dipusatkan di Stadion Mashud Wisnusaputra terasa sangat meriah, dengan dihadiri ribuan masyarakat, khususnya masyarakat dunia pendidikan, mulai para guru hingga pelajar dari berbagai tingkat pendidikan. Dan kemeriahan itu tak hanya berlangsung di pagi harinya saja, tetapi berlanjut hingga malam, dengan sajian hiburan yang menyajikan atraksi para murid berprestasi peraih juara lomba tingkat kabupaten sampai nasional, angklung kolosal, hingga penampilan para artis dan komedian nasional.
Kehadiran KDM bersama komedian Ohang, vokalis pentolan ST 12 Charly Van Houten, Ceu Popon pada malam hari menjadi magnet tersendiri menambah kemeriahan program ke 5 Abdi Nagri Nganjang Kawarga,
hingga mampu menyedot animo masyarakat Kuningan yang haus akan hiburan, dan memang mereka terpuaskan dengan apa yang disuguhkan panitia.
Keberhasilan dan suksesnya acara tidak lepas dari perhatian serius Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yang selalu monitoring pra pelakasanaan dengan memberikan support kepada panitia, khusunya jajaran Disdikbud, serta seluruh unsur pengamanan dan kesehatan. Hal itu ditunjukan dengan hadirnya berbagai pelayanan dari beberapa SKPD.
Namun, disela-sela suasana meriahnya kegiatan peringatan Hardiknas tahun 2025 bertajuk Abdi Nagri Nganjang Kawarga di Pandapa Paramartha ada yang menggelitik hati saya, Budi Hidayah Ketua Gerakan Pemuda Demokrasi Indonesia (GARPUDI) Kabupaten Kuningan, kenapa dari sekian banyak baligo dan spanduk yang terpasang dan terpampang di beberapa tempat, khususnya baligo besar di kanan kiri panggung utama yang terpampang hanya gambar KDM, kemana Wakil Gubernur?
Bukankah ketika kita memilih waktu pilkada 2024 KDM berpasangan dengan Wakilnya H. Erwan Setiawan SE? Timbul pertanyaaan saya, ada apa gerangan? Mungkin ini hal kecil dan luput dari perhatian publik, tapi bagi saya ini menggelitik, karena dari gambar dan photo terpangpang atau terpasang di panggung utama idealnya ada gubernur dan wakil gubernur.
Ada indikasi menujukan gambaran ketidak harmonisan antara gubernur dan wakil gubernur, karena idealnya acara resmi dan acara kenegaraan pemimpin menujukan kekompakan, khususnya melalui pemasangan photo dan gambar di baligo bersama tidak sendiri, ini munurut pendapat saya, bagaimana menurut pendapat Bapak Aing? (***)

