KUNINGAN, JURNALINFORMASI.COM – Gemerlap panggung, ribuan warga yang tumpah ruah di lapangan, hingga 24 layanan publik yang hadir langsung di desa dalam program Bupati Saba Lembur pada peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, menyisakan satu cerita yang tak kalah penting: kerja keras anak-anak muda kreatif di balik layarnya.
Program yang digelar di Lapang Sepak Bola Desa Subang, Kecamatan Subang (Selasa, 8/9/2026) dan Lapang Sepak Bola Kecamatan Mandirancan (Kamis malam, 10/9/2026) itu, ternyata baru pertama kali digelar. Tanpa blueprint atau contoh sebelumnya, acara berdurasi hampir 18 jam nonstop dari pagi hingga tengah malam itu sukses digelar.
Di balik kesuksesan itu, ada nama Dading Fajaruddin, S.Si, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata Disporapar Kuningan, bersama tim Mojang Jajaka Kuningan.
Berawal dari kebingungan
Dading mengaku, ketika dipercaya bupati untuk mengemas acara tersebut, ia sempat bingung harus memulai dari mana.
“Acara ini belum pernah terselenggara sebelumnya. Saya secara pribadi bangga diberikan kepercayaan Pak Bupati, tetapi satu sisi yang lain awalnya saya bingung harus mulai dari mana,” ungkap Dading, Sabtu (13/9/2026).
Bersama tim Mojang Jajaka Kuningan, ia kemudian merumuskan konsep agar Bupati Saba Lembur tidak hanya menjadi acara formalitas, melainkan tontonan yang utuh dan bisa dinikmati masyarakat.
Hasilnya, satu per satu rangkaian kegiatan dikemas apik. Mulai dari Ngawangkong bersama masyarakat untuk menyerap aspirasi, Senam Kuningan Melesat, Layanan Publik Kuningan SIPP, pasar murah, Ngaguar Budaya Lembur (pentas seni budaya lokal), hiburan rakyat, hingga program sosial Baznas, Rutilahu, dan program Heman ka Budak, Heman ka Indung, Heman ka Masyarakat.
“Dibalik kemegahan acara Bupati Saba Lembur, ada sosok anak muda kreatif yang tidak boleh dilupakan, mereka memberi warna dan memoles sebuah kegiatan yang baru pertama kali dengan ide-ide segar dan kreatif,” kata Dading.
Tantangan Jarak dan Waktu
Pilihan lokasi menjadi tantangan tersendiri. Subang dan Mandirancan memiliki jarak yang cukup jauh, sementara jeda perpindahan panggung hanya satu hari. Tim kreatif harus bekerja all-out, menahan lelah, dan memastikan semua logistik berpindah dengan sempurna.
“Tempat yang dipilih menjadi tantangan tersendiri yaitu di Subang dan Mandirancan, jarak dan waktu menjadi tantangan apalagi perpindahan tempat hanya berselang 1 hari. Tapi syukur Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik dan sukses meskipun masih banyak kekurangan,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Bagi Dading dan tim, Bupati Saba Lembur memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Program ini adalah pengejawantahan 10 misi besar Bupati: mendekatkan pemimpin dengan rakyat, melihat langsung kondisi desa, memastikan program pemerintah tepat sasaran, merasakan denyut nadi warga, hingga membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui perputaran ekonomi di tingkat desa.
“Terima kasih jajaran panitia penyelenggaraan yang sudah all-out dan menahan rasa lelah demi sebuah pengabdian. Terima kasih juga kepada Pak Sekretaris Daerah sebagai Ketua Hari Jadi ke-528 Kuningan yang terus memberikan masukan,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih khusus kepada Bank BJB sebagai sponsor utama dan memohon maaf kepada masyarakat Subang dan Mandirancan apabila masih ada kekurangan dalam pelaksanaan.
“Banyak kenangan indah dan pelajaran yang kami dapat dalam perjalanan menuju kesuksesan ini. Semuanya butuh proses dan keyakinan bahwa putra daerah mampu memberikan karya terbaiknya untuk terus memberi manfaat,” pungkas Dading.
Kisah ini membuktikan, di balik setiap program besar pemerintah, ada energi dan ide-ide kreatif putra daerah yang bekerja senyap selama 18 jam demi satu tujuan: Kuningan Melesat. (Redaksi)

