MALANG, JURNALINFORMASI.COM – Upaya menanamkan kesadaran mengelola keuangan sejak usia sekolah terus digalakkan. Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 65 menggelar sosialisasi literasi keuangan dan motivasi menabung bagi puluhan siswa kelas 7 MTs Miftahul Ulum, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang sosial-ekonomi KKN MAs Kelompok 65 yang beranggotakan mahasiswa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Ketua KKN MAs Kelompok 65, Dani, mengatakan literasi keuangan menjadi bekal krusial bagi pelajar di tengah maraknya budaya konsumtif. Penanaman sejak dini dinilai efektif untuk membentuk karakter yang bertanggung jawab terhadap uang.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik siswa MTs Miftahul Ulum bisa mulai terbiasa mengatur uang saku sejak dini, membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, sehingga kelak tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan,” ujar Dani.
Belajar Kelola Uang Saku Lewat Pendekatan Interaktif
Sosialisasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Acara dibuka oleh Amanda selaku MC, kemudian dilanjutkan sesi ice breaking yang dipandu Zira dan Hana untuk membangun kedekatan dan antusiasme siswa.
Memasuki sesi inti, pemateri Jenny dan Hikmah menjelaskan konsep dasar literasi keuangan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa tingkat Madrasah Tsanawiyah. Materi meliputi pengertian dan fungsi uang, urgensi menabung, serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan.
Siswa juga dibekali tips praktis pengelolaan uang saku, seperti mencatat arus pemasukan dan pengeluaran harian, prinsip pay yourself first atau menyisihkan tabungan di awal, hingga pembiasaan hidup sederhana dan tidak boros.
Agar lebih aplikatif, materi dilengkapi simulasi perhitungan menabung dari uang saku harian. Siswa diajak menghitung langsung berapa nominal yang bisa terkumpul jika konsisten menyisihkan Rp2.000 hingga Rp5.000 per hari.
“Sedikit demi sedikit menjadi bukit. Menabung tidak harus dimulai dari jumlah besar, yang terpenting adalah konsistensi. Kami ingin anak-anak paham bahwa mengatur uang saku dengan baik hari ini adalah investasi untuk masa depan mereka,” tegas Jenny dan Hikmah.
Melukis Celengan untuk Memotivasi Menabung
Antusiasme siswa memuncak pada sesi melukis celengan yang didampingi Riska dan Aretha. Setiap siswa mendapat celengan polos untuk dihias sesuai kreasi masing-masing.
Melalui celengan hasil karya sendiri, siswa diharapkan memiliki ikatan emosional dan motivasi lebih kuat untuk mempraktikkan kebiasaan menabung di rumah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sosialisasi berlangsung hidup dan partisipatif. Siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi aktif bertanya, menjawab kuis, dan antusias mengikuti setiap sesi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian jajanan, foto bersama menggunakan photobooth frame, dan penutupan resmi oleh Amanda.
Melalui program ini, KKN MAs Kelompok 65 berharap pengetahuan literasi keuangan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terus diimplementasikan siswa di lingkungan sekolah maupun keluarga sebagai fondasi menuju generasi muda yang cerdas finansial.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat “Mengabdi, Berkarya, Berdampak” yang diusung KKN MAs 2026 dalam memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, khususnya penguatan literasi di lingkungan pendidikan. (Vikru Shofin Wildani)

