Kuningan – Di tengah rutinitas bisnis yang kompetitif, The Farash Grup memilih cara berbeda untuk mengapresiasi karyawan. Sebanyak empat karyawan terbaik beserta keluarga diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah, yang pelepasannya dikemas dalam majelis pembacaan Shalawat Burdah di Kabupaten Kuningan.
Prosesi pelepasan bertajuk “Pelepasan Pekerja Terbaik beserta Keluarga Melaksanakan Ibadah Umrah” itu digelar di Lantai 2 Toko Farash Jaya, Dusun Puhun, Desa/Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jumat (31/7/2026) malam, pukul 19.00 WIB.
Owner The Farash Grup, H. Kusmiyadi, mengatakan kegiatan Shalawat Burdah merupakan agenda rutin bulanan yang digelar bersama Jalsah Itsnain Majelis Rasulullah SAW Jawa Barat Ranting Kecamatan Kramatmulya. Bahkan, setiap malam Jumat, majelis yang sama rutin digelar di lokasi tersebut.
“Semua kegiatan, mulai dari Shalawat Burdah dengan hadroh, Ratiban dari Grup Jihad, Ngaji Ahad Desa Kramatmulya, hingga Majelis Dertoh MDTH di bawah naungan Maulana Habib Muhammad Bahauddin al-Alawi bin Yahya, putra Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, kami pusatkan di Lantai 2 Toko Farash Jaya,” kata H. Kusmiyadi.
Menurutnya, kegiatan spiritual ini sengaja dirutinkan sebagai penyeimbang antara target material perusahaan dan kebutuhan spiritual karyawan.
“Untuk pelaksanaan kali ini, majelis rutin kami isi juga dengan pelepasan pemberangkatan ibadah umrah untuk 4 putra-putri pekerja terbaik di Kabupaten Kuningan yang bekerja di perusahaan kami,” ujarnya.

Empat karyawan yang mendapat penghargaan tersebut adalah, Febri Maulana, tenaga audit holding The Farash Grup. Ia dinilai sebagai pekerja terbaik yang disiplin ibadah dan tidak pernah meninggalkan salat. Mohamad Ibrahim, Manajer Toko Cipta Saudara Baja di Luragung. Ia tercatat sebagai manajer terbaik dengan capaian omzet dan penjualan tertinggi sepanjang tahun 2025.
Serta, Heni Lismiandi, pengelola 4 unit bisnis sekaligus yakni Faras Medika, Apotek Ancaran, Apotek Bandorasa, dan Apotek Kramatmulya. Ia dinilai berprestasi secara manajerial dengan kontribusi margin tinggi. Dibantu Toni Sultoni, suami dari Heni Lismiandi, yang dinilai memiliki effort tinggi dalam pengembangan bisnis perusahaan.
Keberangkatan keempatnya didampingi langsung oleh keluarga owner, yakni Hj. Evi Siti Rovianti (istri), Farash Teja Gumilang (putra sulung), dan Faresh Wari Ismara Marahmay (putri bungsu).
H. Kusmiyadi menegaskan, syarat utama penerima hadiah umrah ini bukan hanya kinerja, melainkan ketaatan beribadah.
“Syarat pertama untuk berangkat umrah itu harus rajin melaksanakan salat lima waktu dan peribadatan lainnya,” tegasnya.
Ia berharap hadiah umrah yang merupakan impian setiap Muslim ini tidak hanya menjadi kebahagiaan pribadi bagi penerima, tetapi juga menjadi pemantik motivasi bagi ratusan karyawan The Farash Grup lainnya.
“Semoga ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja yang bersangkutan, tetapi juga mampu menyulut sumbu motivasi bagi karyawan lain untuk bekerja lebih baik dan meraih apresiasi yang sama,” pungkasnya. (Redaksi)

